Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. SMPN I Merauke dipalang lagi, pemilik ulayat bangun tenda di halaman sekolah
  • Jumat, 22 September 2017 — 16:44
  • 1514x views

SMPN I Merauke dipalang lagi, pemilik ulayat bangun tenda di halaman sekolah

Masyarakat Marind Imbuti dari empat marga yakni Mahuze, Gebze, Kaize, serta Basik-Basik kembali memalang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Merauke.  Aksi ini dilakukan untuk kedua kali, setelah pemalangan pertama beberapa bulan lalu dan telah ada kesepakatan pembayaran ganti rugi tanah oleh pemerintah.
Pemilik ulayat mendirikan tenda dan memasang sasi adat di halaman SMPN I Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Masyarakat Marind Imbuti dari empat marga yakni Mahuze, Gebze, Kaize, serta Basik-Basik kembali memalang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Merauke.  Aksi ini dilakukan untuk kedua kali, setelah pemalangan pertama beberapa bulan lalu dan telah ada kesepakatan pembayaran ganti rugi tanah oleh pemerintah.

Setelah menunggu tak ada kejelasan, Jumat (22/9/2017), sekitar pukul 06.00 WIT, perwakilan empat marga mendatangi sekolah tersebut. Selain mengikat janur pohon kelapa di pintu pagar, juga dilakukan ritual adat di halaman sekolah.

Belasan perwakilan pemilik ulayat membuka tenda dan tinggal di halaman sekolah. Jika tak ada penyelesaian, mereka akan tetap bertahan di tenda.

Akibat pemalangan tersebut, ratusan siswa-siswi yang telah datang ke sekolah terpaksa dipulangkan.

Perwakilan empat marga, Ignasius Boli Gebze, mengatakan pihaknya sudah menunggu terlalu lama penyelesaian ganti rugi tanah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke menjanjikan membayar dalam waktu dekat, namun sampai saat ini tak kunjung direalisasikan.

Tanah di lokasi SMPN I Merauke, lanjut dia, adalah milik orang Marind-Imbuti dari empat marga dengan luasan sekitar 14 ribu meter persegi. Permintaan pembayaran ganti rugi tanah sekitar Rp 2 miliar lebih.

“Tadi pagi Bupati Merauke telah menemui kami dan dalam beberapa hari ke depan, pemerintah menyanggupi membayar Rp 800 juta terlebih dahulu. Sisanya diselesaikan setelah sidang APBD perubahan,” katanya.

Oleh karena sudah ada kepastian pembayaran, jelas dia, sasi yang dipasang akan dicabut, masyarakat membuka tenda, dan pulang ke rumah masing-masing.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, menjelaskan persoalan ini terjadi sejak tahun 2014 silam.

“Meski ini kasus lama namun pemerintah tetap akan menyelesaikan pembayaran ganti rugi,” tegasnya.

Sebelum transaksi pembayaran dilakukan, katanya, harus ada berita acara yang dibuat. Itu dengan tujuan agar tidak ada yang mempersoalkan kembali.

“Pemerintah segera menyelesaikan agar proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan normal seperti biasa,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Kasus penyalahgunaan narkoba, sembilan prajurit TNI dipecat

Selanjutnya

Setelah dua tahun dicanangkan, pembangunan Tugu Kapsul Waktu akhirnya direalisasikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6252x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5832x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4001x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe