Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemungutan suara untuk Referendum Bougainville harus diwajibkan
  • Minggu, 24 September 2017 — 14:34
  • 434x views

Pemungutan suara untuk Referendum Bougainville harus diwajibkan

"Seiring waktu pemungutan suara referendum yang terus mendekat, kita harus memastikan bahwa setiap orang yang akan memilih harus mengerti tanggung jawab mereka dan mengapa wajib untuk memilih. Kita harus memberi perhatian yang sama kepada setiap laki-laki, perempuan, dan kaum muda yang berusia 18 tahun ke atas," kata Masatt.
Pembentukan Komisi Referendum Bougainville – Bougainville News
Post Courier
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Buka, Jubi – Anggota Parlemen untuk Autonomous Bougainville Government (Pemerintah Otonom Bougainville, ABG) dan daerah pemilihan Tonsu di Bougainville Utara, Yehezkiel Masatt, mengatakan bahwa pemungutan suara untuk referendum pada tahun 2019 harus diwajibkan, agar semua perempuan, laki-laki, dan anak-anak berusia diatas 18 tahun akan mengikuti pemilihan.

Masatt mengatakan hal ini saat pertemuan parlemen Rabu, 20 September 2017, di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Bougainville. Selanjutnya dia juga menyarankan hal itu setelah melihat statistik dari Pemilu Nasional dan pemilihan ABG sebelumnya dimana jumlah pemilih kurang dari 50 persen dari jumlah penduduk Bougainville.

Pihaknya menghitung lebih dari 51 persen pemungutan suara hanya terjadi pada saat Pemilu ABG tahun 2005, namun pada pemilihan umum lainnya jumlah pemilih selalu dibawah 50%.

"Ini terjadi karena sebagian pemilih tidak dapat menemukan nama mereka dalam daftar Pemilu dan tidak dapat memilih, sementara sebagian orang lain tidak memberikan suara walapun nama mereka terdaftar."

"Seiring waktu pemungutan suara referendum yang terus mendekat, kita harus memastikan bahwa setiap orang yang akan memilih harus mengerti tanggung jawab mereka dan mengapa wajib untuk memilih. Kita harus memberi perhatian yang sama kepada setiap laki-laki, perempuan, dan kaum muda yang berusia 18 tahun ke atas," kata Masatt.

Masatt menegaskan tidak boleh menunggu Komisi Referendum untuk membuat keputusan seperti ini karena pada saatnya Piagam Referendum datang nanti maka akan beroperasi penuh karena telah ditandatangani oleh Gubernur Jenderal Papua Nugini.

“Sekarang adalah saatnya kita menaikkan isu ini sehingga pemungutan suara referendum dapat bersifat wajib dan tidak ada rakyat yang memiliki alasan untuk tidak memberikan suara,” ujarnya.(Elisabeth C. Giay)

Sebelumnya

LSM: Proposal pabrik batu bara di PNG keputusan buruk

Selanjutnya

Dilantik, Ketua Pengadilan Negeri Perempuan pertama di Solomon

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe