Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Skandal pelecehan seksual Gereja Katolik Guam terus melebar
  • Minggu, 24 September 2017 — 15:03
  • 622x views

Skandal pelecehan seksual Gereja Katolik Guam terus melebar

Sejauh ini, 16 Pastor, dua uskup agung dan seorang uskup telah diindikasikan terlibat dalam dugaan penyiksaan yang berlangsung sejak pertengahan 1950an hingga awal 1990an.
Gereja Katolik Guam terus mendapatkan sorotan akibat gugatan pelecehan seksual – RNZI/123rf
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Hagåtña, Jubi – Pada tahun 1985, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun dipanggil untuk melakukan pekerjaan di halaman gereja setempat, yang lalu berlanjut ke undangan untuk menonton TV, dan kemudian diajak minum anggur seminari dengan seorang pastor.

Suatu hari, menurut sebuah gugatan hukum, pastor tersebut memperkosanya, yang kemdian terjadi lusinan kali setelah itu.

Ini hanya satu tuduhan yang dirinci dalam lebih dari 100 gugatan hukum terhadap Gereja Katolik di Guam tahun lalu. Gugatan baru terus bermunculan, begitu juga dengan bukti bahwa kasus-kasus ini telah ditutup-tutupi secara sistematis selaman berpuluh-puluh tahun.

Sejauh ini, 16 Pastor, dua uskup agung dan seorang uskup telah diindikasikan terlibat dalam dugaan penyiksaan yang berlangsung sejak pertengahan 1950an hingga awal 1990an.

“Kasus ini akan terus bertambah besar,” kata David Lujan, pengacara yang mewakili sebagan besar penggugat. “Masih ada sekitar 15 kasus lagi yang belum saya laporkan dan saya masih terus mendapat telepon dari klien baru. Saya menduga gugatan ini akan terus tumbuh setidaknya hingga 150 gugatan, kalau tidak lebih.”

“Saat itu Gereja Katolik sangat kuat dan semua orang tahu itu,” kata Lujan. “Anda tahu selama periode itu 98 persen masyarakat pulau tersebut adalah orang Katolik, jadi budayanya saat itu adalah untuk mendiamkan anak-anak tersebut. Anda tidak boleh berbicara seperti itu tentang seorang pastor.”

Dari 106 tuntutan hukum yang sudah diajukan sejauh ini, 55 di antaranya adalah terhadap mantan pastor bernama Louis Brouillard yang tinggal di Guam dari tahun 1940an sampai ketika dia meninggalkan Guam pada tahun 1981.

“Sebelum akhirnya Brouillard dipindahkan dari Guam pada tahun 1981, dia terus-menerus dipindahkan dari satu paroki ke paroki yang lain di Guam, ini adalah hal yang sering dilakukan oleh gereja (di kasus-kasus yang mirip) di Amerika Serikat,” kata Lujan.

“Tidak salah lagi, ini adalah kasus yang telah lama ditutup-tutupi.”(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Dilantik, Ketua Pengadilan Negeri Perempuan pertama di Solomon

Selanjutnya

Aktivitas gunung api di Ambae meningkat, Vanuatu evakuasi 5.000 penduduk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe