Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Bahan pinang menjadi komoditi penjualan di pasar Youtefa
  • Minggu, 24 September 2017 — 16:18
  • 1008x views

Bahan pinang menjadi komoditi penjualan di pasar Youtefa

Kondisi itu membuktikan gaya hidup mengunyah campuran pinang, siri dan kapur itu tak hanya diakui, tapi ikut menyumbang perputaran ekonomi.
Penjual pinang di pasar Youtefa, Minggu, (24/9/2017), mereka banyak didominasi orang non Papua - Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Bahan kunyahan pinang menjadi salah satu komoditi penjualan di pasar sental Youtefa, kota Jayapura, bahkan penjual bahan pinang di pasar itu justru banyak dilakukan orang luar Papua. Kondisi itu membuktikan gaya hidup mengunyah campuran pinang, sirih dan kapur itu tak hanya diakui, tapi ikut menyumbang perputaran ekonomi.

Rahmawati, seorang penjual pinang di pasar Youtefa mengatakan telah menjual aneka kebutuhan pinang sejak tiga tahun lalu. “Saya beli kemudian jual lagi bahan-bahan untuk pengemar pinang,” kata Rahmawati, Minggu, (24/9/2017).

Menurut dia, bahan baku pinang  ia beli dari para pedagang asli Papua bawah yang datang dari Arso atau Koya yang kemudian dibeli dan dijual kembali di pasar Youtefa.

Ia mengaku satu kilo bahan baku pinang dijual antara Rp 10 ribu hingga Rp  50 ribu. Penjualan bahan baku kunyahan itu dinilai menguntungkan karena pembelinya semakin semakin banyak. “Makanya pedagang pun juga semakin banyak,” katanya.

Christo Tebai, seorang pengunyah pinang di pasar Youtefa, mengaku biasa membeli bahan kunyah campuran pinang, sirih dan kapur itu di sepanjang lorong pos polisi di pasar Youtefa.

“Kini penjualnya tak hanya warga lokal, tapi banyak didominasi pendatang. Orang asli Papua bisa hitung dengan jari,” ujar Christo .

Kebiasaan pinang atau mengunyah campuran bahan pinang, sirih dan kapur yang menjadi kegemaran masyarakat  dan menjadi budaya turun-temurun. Kalangan masyarakat Papua menjadikan kebiasaan itu gaya hidup dan simbol pengikat solidaritas masyarakat setempat.

“Sehingga di mana saja bertemu entah kenal atau tidak, apabila ada pinang pasti dengan sendirinya komunikasi akan terbangun secara kekeluargaan,” kata Christo, menjelaskan.

Secara kesehatan makan pinang bagi masyarakat Papua dapat membuat gigi kita semakin kuat.  (*)

loading...

Sebelumnya

BEI: Dana abadi untuk beli saham Freeport

Selanjutnya

Wortel Papua mulai kuasai pasar lokal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe