Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Junta Militer Thailand masih ingin berkuasa
  • Minggu, 24 September 2017 — 17:42
  • 423x views

Junta Militer Thailand masih ingin berkuasa

Panggung politik tidak akan benar-benar kembali bergeliat hingga bulan depan yaitu setahun setelah acara kremasi Raja Bhumibol Adulyadej, yang meninggal bulan Oktober lalu, dan penobatan putra mahkota Maha Vajiralongkorn menjadi Raja Thailand.
Prayuth Chan-ocha, mengenakan jas sembari berpose membajak sawah. Reuters/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Bangkok, Jubi - Pemimpin junta militer Thailand, Prayuth Chan-ocha, tampil kontras di tengah sawah.

Di depan kamera dan warga desa, Prayuth yang juga dikenal suka mencipta lagu sentimentil itu menyetir traktor di sawah yang berlumpur. Mengenakan jas berwarna gelap.

Namun acara pengambilan gambar Perdana Menteri Thailand ini dipuji oleh para petani yang menonton.

Kegiatan politik di Thailand dibekukan sejak Prayuth memimpin kudeta militer pada 2014, namun para politisi negara itu pun bertanya-tanya apakah kegiatan yang tampak seperti kampanye itu memang benar-benar kampanye agar dia tetap menjadi pemimpin negara itu.

Perjalanan ke daerah pedesaan, akun Facebook baru dan dukungan sejumlah kelompo politik semakin menambah kecurigaan atas rencana untuk tetap mendudukkan Prayuth di tampuk kekuasaan.

Kecurigaan itu tetap muncul meski pemerintah militer menjanjikan pemilu pada tahun depan.

"Bukan satu hal luar biasa dia berkeliling provinsi, berkampanye, sebagai persiapan untuk menjadi perdana menteri lagi," kata Chaturon Chaisang, ketua partai Pheu Thai, yang selalu menang dalam pemilu di Thailand meski berganti nama berulang kali.

Sejak Agustus, Prayuth telah mengunjungi enam propinsi termasuk tempat-tempat yang secara tradisional dianggap sebagai tempat penting dalam perebutan suara di pemilu.

"Saya di sini bukan untuk membuat rakyat mencintai saya, tetapi saya ingin semua orang mencintai negara ini," kata Prayuth di hadapan para petani di wilayah Suphan Buri.

Kantor Prayuth sendiri menolak memberi komentar terkait rencana menempatkan dia terus berkuasa di Thailand.

Panggung politik tidak akan benar-benar kembali bergeliat hingga bulan depan yaitu setahun setelah acara kremasi Raja Bhumibol Adulyadej, yang meninggal bulan Oktober lalu, dan penobatan putra mahkota Maha Vajiralongkorn menjadi Raja Thailand.

Hingga masa berkabung tersebut selesai, Prayuth menguasai panggung politik sendirian.

"Itu sebabnya dia merasa perlu mengadakan rapat kabinet di propinsi-propinsi, bertindak lebih sebagai politisi, mengadakan rapat umum dan bertemu warga," kata Thitinan Pongsudhirak, dari Universitas Chulalongkorn.

Maret lalu, Kepolisian Thailand mengumumkan keberhasilan membongkar rencana pembunuhan terhadap Prayuth Chan-ocha.

Rencana pembunuhan itu diketahui setelah aparat mengungkap tempat persembunyian senjata milik seorang aktivis anti-junta yang tengah buron.

Ini merupakan penemuan senjata milik gerakan kaus merah terbaru, yaitu sebuah kelompok politik yang loyal kepada mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. (*)

Sumber: CNN Indonesia/ Tempo.co

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

#

Sebelumnya

Tetap bermusuhan, Korsel beri bantuan kemanusiaan ke Korut

Selanjutnya

Pengadilan Rakyat mendakwa Mynmar lakukan Genosida

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe