Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bali & Nusa Tenggara
  3. Bersiap menghadapi letusan Gunung Agung
  • Minggu, 24 September 2017 — 17:46
  • 1911x views

Bersiap menghadapi letusan Gunung Agung

Data sementara hingga siang ini tercatat 15.142 jiwa pengungsi yang tersebar di 125 titik pengungsian
Gunung Agung Bali. Tribunnews.com/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Bali, Jubi -Hingga Gunung Agung ditetapkan berstatus awas, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih berjalan normal. Pihak bandara baru akan melakukan penutupan jika Gunung Agung meletus dan mengeluarkan hujan abu yang mengganggu aktivitas penerbangan.

"Bandara I Gusti Ngurah Rai akan ditutup jika ada letusan Gunung Agung. Dari AirNav Indonesia bersama PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II telah menyiapkan alternatif pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara sesuai daya tampung yang tersedia," kata Corporate Secretary Perum PPPNPI (AirNav), Didiet KS Radityo, di Bandara Ngurah Rai Bali, Minggu (24/9/2017).

Ada lima rute pengalihan disiapkan jika bandara ditutup. Pengalihan diarahkan ke Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, dan bandara Lombok.

Rute-rute pengalihan itu antara lain meliputi 10 penerbangan ke Bandara Juanda Surabaya, lima penerbangan ke Bandara Hasanuddin Makassar, lima penerbangan ke Balikpapan, lima penerbangan ke Jakarta, tiga penerbangan ke Lombok.

AirNav Indonesia telah melakukan simulasi pelayanan lalu lintas penerbangan untuk merespons erupsi Gunung Agung bila terjadi.

Simulasi ini melibatkan Jakarta Air Traffic Service Centre (JATSC), Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC), Airnav Indonesia cabang Bali dan Surabaya, Darwin Volcanic Ash Advisory Centre, Virgin Australia, dan KOBU1, 3, 4, 5.

Namun, diyakinkannya hingga saat ini, aktivitas Gunung Agung belum berdampak pada navigasi penerbangan. Debu vulkanik belum terdeteksi. Aktivitas penerbangan masih normal hingga tadi pagi.

Sementara itu, arus pengungsi terus berdatangan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Hingga Minggu siang, 24 September 2017, kapal-kapal yang bersandar di Pelabuham Lembar, masih mengangkut para pengungsi.

Mereka umumnya adalah warga Karangasem yang memilih mengungsi ke rumah keluarga yang ada di Lombok setelah status Gunung Agung meningkat menjadi Awas. "Desa saya sudah sepi, mungkin saya pengungsi terakhir," kata Nyoman Suci, 29 tahun, warga Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengevakuasi ribuan penduduk di daerah Gunung Agung, Karangasem, Bali, ke titik-titik posko pengungsian

"Data sementara hingga siang ini tercatat 15.142 jiwa pengungsi yang tersebar di 125 titik pengungsian," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo.(*)

Sumber: Merdeka.com/Tempo.co

 

loading...

#

Sebelumnya

Petani NTT kerap terjebak hujan tipuan

Selanjutnya

RSUD Mataram terapkan pendaftaran berbasis android

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe