Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Delapan negara Pasifik dukung West Papua, KNPB gelar syukuran
  • Minggu, 24 September 2017 — 18:48
  • 5969x views

Delapan negara Pasifik dukung West Papua, KNPB gelar syukuran

"Pertama kami memanjatkan puji syukur kepada Tuhan. Ucapan rasa syukur juga karena isu West Papua akhirnya sampai di sidang umum PBB kali ini,” katanya, kepada Jubi via telepon, Minggu (24/9/2017).
KNPB Konsulat Indonesia saat doa bersama dan dukungan kepada PCWP - Jubi/Piter
Piter Lokon
piter@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Yahukimo, Jubi – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia, menggelar doa bersama di Manado, Sabtu (24/9/2017), sebagai bentuk apresiasi atas dukungan delapan negara Pasifik yang membawa isu West Papua, pada sidang umum PBB ke-72, 19 sampai 25 September 2017, di New York, Amerika Serikat.
 
Disampaikan Ketua Umum KNPB Konsulat Indonesia, Hiskia Meage, mereka bersyukur dan berterima kasih atas dukungan delapan negara Pasifik yang tergabung dalam Koalisi Pasifik untuk West Papua (PCWP).

"Pertama kami memanjatkan puji syukur kepada Tuhan. Ucapan rasa syukur juga karena isu West Papua akhirnya sampai di sidang umum PBB kali ini,” katanya, kepada Jubi via telepon, Minggu (24/9/2017).
 
Disampaikannya, kedelapan negara Pasifik tersebut di antaranya Solomon Islands, Vanuatu, Tonga, Nauru, Marshall Island, Tuvalu, Palau, dan Kribati yang baru bergabung dalam PCWP.

"Ini salah satu kemajuan dan keberhasilan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), sehingga delapan negara Pasifik mengangkat isu West Papua di PBB soal penentuan nasib sendiri atau referendum, Hak Asasi Manusia (HAM), dan dialog mengenai West Papua," katanya.

Dikatakan, pada doa syukuran yang berlangsung mereka terharu atas sikap solidaritas yang kuat dari Kepulauan Pasifik, Karibia, dan Afrika untuk West Papua.

"Karena kami telah lama menderita, apalagi pelanggaran HAM sudah lebih dari 50 tahun," keluhnya.

Sementara itu Sekretaris KNPB Konsulat Indonesia, Bram Asso, mengatakan lebih dari 500.000 orang Papua telah tewas akibat korban pelanggaran HAM. Untuk itu, penentuan nasib sendiri bagi West Papua penting, agar tidak terjadi lagi pelanggaran HAM terhadap orang Papua.

"Suara rintihan kami didengar sesama bangsa di Pasifik. Mereka berani berdiri membela hak-hak orang Papua. Ini sangat berarti bagi kami," katanya. (*)

Sebelumnya

Pemkab Yahukimo diminta terbitkan Perda penyakit sosial

Selanjutnya

Polisi menduga kelangkaan BBM didesain matang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe