Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Hakim tak sentuh substansi persoalan gugatan suku Yerisiam
  • Senin, 17 Oktober 2016 — 15:37
  • 691x views

Hakim tak sentuh substansi persoalan gugatan suku Yerisiam

“Ini proses persidangan sudah berjalan sampai selesai baru menolak hanya karena waktu 90 hari dengan alasan bahwa gugatan melewati batas waktu,” katanya heran.
Beberapa masyarakat Yerisiam saat pasang pemberitahuan larangan buka lahan baru untuk kelapa sawit beberapa waktu lalu - Dok. Jubi
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Nabire, Jubi – Keputusan Pengadilan Tinggi (PT) Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar beberapa waktu lalu yang menolak gugatan Suku besar Yerisiam dinilai kurang tepat karena Hakim Majelis Banding  tidak melihat pada substansi gugatan yang diajukan yakni izin yang mendahului Amdal. 

“Seharusnya mereka melihat hal itu, sebab pokok perkarannya ada di situ,” kata Sekretaris Suku Besar Yerisiam Gua, Robertino Hanebora kepada Jubi di Nabire, Sabtu (15/10/2016).

Menurutnya, seharusnya PTUN bisa menjelaskan obyek sengketa atau substansi hukumnya, dengan alasan apa dan kenapa SK itu dikeluarkan mendahului Amdal.

“Kami merasa ada permainan antara PT.Nabire Baru dan PTUN,” katanya.

Mengenai PTUN mempersoalkan waktu 90 hari, Hanebora menjelaskan itu sudah menyalahi aturan. Karena jika benar, seharusnya PTUN menolak tuntutan mereka sejak awal.

“Ini proses persidangan sudah berjalan sampai selesai baru menolak hanya karena waktu 90 hari dengan alasan bahwa gugatan melewati batas waktu,” katanya heran.

Terkait pernyataan yang dilakukan oleh PT. Nabire Baru dan ketua-ketua koperasi, seperti masyarakat KPMA suku Watee Asiaina, baginya merupakan proses provokasi

Ia menegaskan, gugatan ke PTUN merupakan perjuangan atas nama suku dan pemilik ulayat, bukan individu. Sebab yang berhak berbicara tentang suku adalah kepala suku, bukan ketua-ketua koperasi bentukan perusahaan.

“Persoalan suku besar Yerisiam Gua adalah murni  urusan rumah tangga  Suku Yerisiam, urusan internal. bukan urusan kopersai-koperasi,” tegasnya.

Sekretaris II Dewan Adat Papua, John Gobay ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, pengadilan sudah mendengarkan sesuatu yang salah.

“Mereka tidak melihat substansi daripada pokok permasalahan yang diajukkan oleh suku Yerisiam Gua. Kepentingan bisnis global pemerintah lebih dianggap penting dibandingkan pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh Negara. Akhirnya pengadilan membenarkan sesuatu yang salah,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Tiga desa tani mandiri di Nabire terima tiga mobil

Selanjutnya

Sekolah di Nabire diharapkan siap hadapi bencana

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe