Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Kekerasan berbasis gender disosialisasikan ke remaja
  • Senin, 24 September 2017 — 06:21
  • 374x views

Kekerasan berbasis gender disosialisasikan ke remaja

Sosialisasi  yang digelar di SMP dan SMU PGRI Wamena itu memberi pengetahuan tentang perilaku remaja lebih baik.
Sosialisasi tentang kekerasan berbasis gender bagi siswa-siswi SMP dan SMA PGRI Wamena-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – Ratusan remaja di Jayawijaya dapat penjelasan tentang  kekerasan berbasis gender, lewat sosialisasi yang digelar oleh Yayasan Humi Inane (Suara Perempuan), bekerja sama dengan pemerintah daerah Jayawijaya dan USAID.

“Kami ingin para remaja di sekolah mengenal apa itu gender dan budaya patriaki yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama dalam organisasi sosial,” kata Direktur Humi Inane, Margaretha Wetipo, saat sosialisasi yang digelar pada Sabtu (23/9/2017).

Menurut Margaretha, sosialisasi  yang digelar di SMP dan SMU PGRI Wamena itu memberi pengetahuan tentang perilaku remaja lebih baik. “Sebagai persiapan diri ketika menjelang lebih dewasa, untuk bisa membentuk bagaimana menjadi keluarga yang baik,” kata Margaretha menambahkan.

Pengetahuan itu sengaja diberikan dari usia produktif agar mereka bisa menjalankan pola perilaku lebih baik lagi. Sosialisasi itu bagian dari target lembaganya yang ingin Jayawijaya bersih dari segala bentuk kekerasan. 

Humi Inane sendiri berhharap agar program sosialisasi dapat dilaksanakan di seluruh sekolah di Jayawijaya, namun karena  baru bisa melaksanakan dan memilih SMP dan SMU PGRI.

Kepala Sekolah SMP PGRI Wamena, Maria Trinda Abuk mengapresiasi kegiatan sosialsaisi itu, ia berharap penjelasan mampu mengubah prilaku  anak didiknya. “Dalam arti di suatu pergaulan mereka bisa melihat hal mana yang bersifat positif dan hal apa yang bersifat negatif,” kata Maria.

Menurut dia, sejauh ini kekerasan siswa di sekolah masih ada meski tidak terlalu besar. “Karena adanya undang-undang kekerasan, sehingga para guru baik di SMP maupun SMU PGRI Wamena menghindari hal itu,” katanya.

Ia mengaku telah menerapkan kebijakan agar siswa sekolah tidak melakukan hal-hal yang tidak diharapkan. (*)

Sebelumnya

Polisi menduga kelangkaan BBM didesain matang

Selanjutnya

Penerbangan perintis ke Enggolok menunggu Permendag

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe