Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Puluhan warga Samenage meninggal karena krisis pelayanan kesehatan
  • Minggu, 24 September 2017 — 23:43
  • 2470x views

Puluhan warga Samenage meninggal karena krisis pelayanan kesehatan

Kosongnya petugas medis menjadi penyebab utama warga tidak terlayani.
Anak-anak yang menunggu di depan Pustu Samenage yang tertutup-Jubi/Ist
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Wamena, Jubi – Terhitung sejak Mei hingga Agustus 2017, terdapat 48 warga masyarakat di Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo meninggal akibat tidak mendapat pelayanan kesehatan. Kosongnya petugas medis menjadi penyebab utama warga tidak terlayani.

“Ini kelalaian negara terhadap masyarakat dalam bidang pelayanan kesehatan yang terjadi di Samenage sejak Mei hingga Agustus 2017,”  kata Pastor Jhon Djonga, yang melakukan pelayanan di Samenage, kepada wartawan di Wamena, Sabtu (23/9/2017).

Ia menilai kondisi hanya memalukan, tapi merugikan masyarakat Papua, karena layanan kesehatan merupakan tanggungjawab negara. Dengan begitu masyarakat bisa menggunggat negara atas kelalaiannya dalam bidang pelayanan publik yang tidak berjalan.

“Mengapa 48 orang itu meninggal, dari cerita masyarakat dan keluarga korban karena memang tidak ada petugas kesehatan selama berapa bulan,” katanya

Pastor Jhon Djonga mengaku telah melaporkan langsung ke Bupati dan kepala dinas kesehatan pada Agustus, tetapi sampai saat ini belum ada reaksi. Tidak adanya tenaga medis membuat ia memberdayakan petugas gereja  seperti  guru yang terpaksa memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Seorang guru relawan di Samenage, Christian juga mengaku pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah itu tidak berjalan baik. “Di mana obat-obatan kurang, dokter tidak bertugas dengan baik jarang di tempat,” kata Christian.

Pelayanan kesehatan selama ini dilakukan sendiri terkadang oleh mantri, atau dokter yang dikirim oleh Pastor Jhon Djonga dari Yayasan Teratai Hati Papua, begitu juga dengan bantuan obat-obatan semua dilakukan mandiri.

“Saya berharap pemerintah benar-benar memperhatikan pendidikan, karena melalui pendidikan bisa merubah pola pikir masyarakat dan bangsa, termasuk pentingnya menjaga kesehatan,” ujar Christian. (*)

loading...

Sebelumnya

Penerbangan perintis ke Enggolok menunggu Permendag

Selanjutnya

Pertamina: Pengusaha di Pegunungan terhambat tebus BBM

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe