Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Pertamina: Pengusaha di Pegunungan terhambat tebus BBM
  • Senin, 25 September 2017 — 09:29
  • 657x views

Pertamina: Pengusaha di Pegunungan terhambat tebus BBM

Manajemen PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua mengungkapkan di wilayah pegunungan Papua para pengusaha menjadi lembaga penyalur kerap terhambat melakukan penebusan BBM karena tidak adanya kantor bank persepsi Pertamina di wilayah itu.
Dalam satu bulan terakhir harga BBM di Wamena Kabupaten Jayawijaya terus naik dan mulai sulit dicari di pasaran - Jubi
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Manajemen PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua mengungkapkan di wilayah pegunungan Papua para pengusaha menjadi lembaga penyalur kerap terhambat melakukan penebusan BBM karena tidak adanya kantor bank persepsi Pertamina di wilayah itu.

"Belum adanya bank persepsi Pertamina di sejumlah wilayah yang menjadi objek program ‘BBM Satu Harga’ membuat pengusaha harus ke Jayapura untuk setor dengan biaya tambahan transportasi Rp 3 hingga Rp 4 juta," ujar General Manager Pertamina MOR VIII, Made Adi Putra, di Jayapura, Minggu (24/9/2017).

Ia menyebut setidaknya ada enam kabupaten (seluruhnya pegunungan), yaitu Memberamo Tengah, Yalimo, Tolikara, Puncak, Nduga, dan Intan Jaya belum terdapat kantor BRI, Bank Mandiri, dan BNI yang menjadi bank persepsi Pertamina.

Untuk masalah tersebut, ia mengklaim Pertamina telah menempuh berbagai cara untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan minta bank persepsi untuk bekerja sama dengan Bank Papua yang telah memiliki kantor pelayanan di wilayah tersebut.

"Selain itu sekarang pihak pengusaha SPBU juga melakukan kerja sama dengan pihak maskapai untuk menitipkan uang penebusan BBM," kata dia.

Made memaparkan masalah penebusan tersebut merupakan salah satu kendala yang masih ditemui untuk memaksimalkan program ‘BBM Satu Harga’ di Papua.

Menurutnya Pertamina selalu mencoba mencari solusi untuk setiap hambatan yang ditemui di lapangan, namun ia juga minta dukungan semua pihak agar mensukseskan program tersebut.

Program pada tingkat nasional diberi nama ‘Nusantara Satu Harga’ tersebut, khusus untuk di wilayah Maluku dan Papua, pada 2016 Pertamina telah mengoperasikan delapan titik lembaga penyalur (APMS).

Tahun 2017 ini sudah empat APMS yang diresmikan dan tiga lagi yang akan segera dioperasikan pada akhir tahun 2017.

Sedangkan pada 2018, Pertamina mengestimasikan akan ada 14 titik lembaga penyalur yang akan dioperasikan untuk menjalankan program tersebut. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Puluhan warga Samenage meninggal karena krisis pelayanan kesehatan

Selanjutnya

APMS jamin ketersediaan BBM di Jayawijaya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe