Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. SMPN 1 Sentani ujicoba lima hari sekolah
  • Senin, 25 September 2017 — 18:13
  • 366x views

SMPN 1 Sentani ujicoba lima hari sekolah

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, mulai Senin (25/9/2017) melakukan ujicoba Full Day School (FDS). Mulai pekan ini siswa akan belajar lima hari dalam seminggu, Senin hingga Jumat, dan waktu belajar setiap hari delapan jam.
Siswa-siswi SMPN 1 Sentani saat bermain di lingkungan sekolah - Jubi/Yance Wenda 
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani,  Jubi – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, mulai Senin (25/9/2017) melakukan ujicoba Full Day School (FDS). Mulai pekan ini siswa akan belajar lima hari dalam seminggu, Senin hingga Jumat, dan waktu belajar setiap hari delapan jam.

“Kami berpatokan pada keputusan Mentri Pendidikan yang memutuskan untuk menerapkan lima hari belajar. Kami mengambil lima hari belajar ini karena adanya FDS, dengan tujuan agar anak lebih banyak belajar di sekolah,” jelas Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Sentani, Yokberth Wally, saat ditemui Jubi, Senin (25/9/2017).

Yokberth juga mengatakan tujuan lima hari belajar ini agar bagaimana anak-anak fokus belajar di sekolah karena sepulang belum tentu mereka lanjut belajar di rumah. Dalam lima hari belajar ini murid tidak dibebankan membawa pulang pekerjaan rumah tapi semua materi belajar diselesaikan semua di sekolah.

“Selain itu kami memberlakukan lima hari belajar karena di dalam PKD dan ULP yang selama ini kami terima dari pemerintah kami hanya di perhitung kan lima hari kerja saja.  Pada tahun-tahun sebelumnya kami kerja selama enam hari,” tuturnya.

Lebih jauh Yokberth mengatakan penerapan lima hari sekolah di SMPN 1 Sentani baru dalam tahap ujicoba.

“Orang tua siswa sangat setuju dengan ujicoba lima hari sekolah karena selam ini anak-anak pulang  tempo dari sekolah dia tidak langsung pulang ke rumah tapi ikut dia punya teman ke tempat mana toko-toko atau jalan saja. Dengan diterapkan lima hari belajar ini anak akan rasa cape karena pulang sekolah sudah pukul tiga sore,” ujar Wally.

Ia juga menjelaskan di kabupaten Jayapura hanya beberapa sekolah yang menerapkan lima hari sekolah.  Sebagian besar sekolah belum menerapkannya.

Yokberth Wally berharap dengan diterapkan program FDS ini anak dapat mengikuti pelajar penuh di lingkungan sekolah.

“Diharapkan sekolah bisa menjadi rumah untuk anak-anak belajar,” katanya.

Seorang siswa kelas XII, Dedi Sandrian Imo, mengatakan sekolahnya juga sudah menerapkan program lima hari sekolah.  

“Sekarang  sekolah mereka sudah terapkan sekolah lima hari. Kita belajar di sekolah dari pagi sampe pukul tiga sore. Hari Sabtu itu kita libur. Kalau sebelumnya hari Sabtu tetap masuk. Baru kalo belajar dari hari Senin sampe Sabtu lagi, cape ya,” jelasnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa Paniai di Jayapura terima dana studi akhir

Selanjutnya

Tekan angka penyalahgunaan narkoba, BNN berharap kerjasama keluarga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe