Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Setelah MM dan JI, Sekda Kota Jayapura target Kejari berikutnya
  • Senin, 25 September 2017 — 17:41
  • 677x views

Setelah MM dan JI, Sekda Kota Jayapura target Kejari berikutnya

"Selanjutnya yang bersangkutan (RD. Siahaya), karena sesuai dengan putusannya. Segera mungkin kami eksekusi. Ini salah satu agenda Kejari," katanya, ketika dihubungi Jubi, Senin (25/9/2017).
Ilustrasi Kejaksaan Negeri Jayapura - Jubi/Arjuna 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura menyatakan, setelah mengeksekusi mantan Ketua DPR Papua, John Ibo (JI) dan mantan Bupati Sarmi, Mesak Manibor (MM), selanjutnya yang menjadi target Kejari adalah Sekda Kota Jayapura, RD. Siahaya.

Dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, Akmal Abbas yang pertama dieksekusi Kejari Jayapura adalah Mesak Manibor. Ia dieksekusi, 14 Agustus 2017, setelah itu Kejari mengeksekusi John Ibo, 8 September 2017. 

"Selanjutnya yang bersangkutan (RD. Siahaya), karena sesuai dengan putusannya. Segera mungkin kami eksekusi. Ini salah satu agenda Kejari," katanya, ketika dihubungi Jubi, Senin (25/9/2017).

Menurutnya, sebelum Kejari Jayapura melakukan tindakan lain, yang bersangkutan terlebih dahulu dipanggil secara patut. 

"Setelah itu kalau bagaimana, akan ada upaya lain-lain. Apakah kooperatif  atau tidak. Yang bersangkutan sudah dua kali kami panggil," ujarnya.  

Terpisah legislator Papua, Emus Gwijangge, mengatakan Kejari Jayapura memang harus bersikap tegas mengeksekusi para terpidana yang telah memiliki keputusan hukum tetap.

"Ini masalah wibawa lembaga penegak hukum. Selain eksekusi ini, masih ada beberapa terpidana yang telah memiliki putusan hukum tetap yang harus dieksekusi Kejari Jayapura. Jangan terkesan tebang pilih," kata Emus.

Diketahui Sekda Kota Jayapura, RD. Siahaya tersandung kasus korupsi pengadaan kain batik di lingkungan Pemkot Jayapura, 2012, dengan kerugian negara senilai Rp1,7 miliar. 

Pada 21 September 2015, Pengadilan Tipikor Jayapura, memvonis bebas RD. Siahaya, padahal jaksa penuntut umum menuntut terdakwa ketika itu ancaman hukuman 4,6 tahun penjara. 

Pascaputusan bebas tersebut, kejaksaan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan dikabulkan. (*)

loading...

Sebelumnya

Polisi Jayawijaya tangkap mafia penimbun BBM

Selanjutnya

Bentrok warga di Yahukimo, Natan: jangan lagi Papua makan Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe