Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Bentrok warga di Yahukimo, Natan: jangan lagi Papua makan Papua
  • Senin, 25 September 2017 — 17:51
  • 1042x views

Bentrok warga di Yahukimo, Natan: jangan lagi Papua makan Papua

Rumah masyarakat terbakar hingga rata dengan tanah dalam bentrokan antardua kelompok masyarakat Distrik Mugi dan Werima, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (9/9/2017) - Jubi/Theo Hesegem
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Natan Pahabol, mengingatkan orang asli Papua (OAP) tidak lagi saling bunuh, karena kini jumlah penduduk pribumi Papua makin minim. 

Natan yang merupakan anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang ini, menyinggung terkait bentrok antarwarga Distrik Mugi dan Distrik Werima, Kabupaten Yahukimo, 9 September 2017.

"Cukup sudah orang lain yang selalu bunuh kita orang asli Papua. Jangan lagi kita orang asli Papua saling bunuh. Orang asli Papua setop saling bunuh, jumlah orang asli Papua kini minim," kata Natan, Senin (25/9/2017).

Menurutnya, kini bukan lagi masanya perang antardesa, kampung, distrik, dan suku. Era itu telah berakhir, kini yang perlu dipikirkan bagaimana menjaga keberlangsungan hidup generasi asli Papua ke depan.

"Hanya Tuhan yang berhak atas nyawa seseorang. Pertikaian antarwarga Mugi dan Werima ini sudah ada sejak dulu. Ketika Ones Pahabol menjabat Bupati Yahukimo, ia pernah mendamaikan kedua pihak di wilayah itu, bupati sakarang, juga harus melakukan itu, segera ambil langkah," ujarnya.

Menurutnya, dalam situasi ini, tidak perlu saling menyalahkan. Namun bagaimana pemerintah, gereja, tokoh agama, tokoh adat, DPRD setempat, dan para pemangku kepentingan, terutama anak dari daerah itu, duduk bersama masyarakat kedua distrik untuk mencari jalan damai. 

"Tapi bukan proses penyelesaian atau perdamaian dilakukan di tempat lain. Harus di wilayah itu, supaya semua masyarakat mendengar langsung langkah penyelesaiannya. Jangan lagi Papua makan Papua," katanya. 

Legislator Papua lainnya dari daerah pemilihan Yahukimo, Lazarus Siep, mengatakan pemerintah provinsi dan kabupaten harus berperan aktif membantu penyelesaian bentrok antarwarga yang telah menyebabkan korban jiwa, korban luka dan beberapa rumah dibakar. 

"Harus diseriusi penyelesaiannya. Cari akar masalahnya dan selesaikan supaya ke depan hal serupa tidak terjadi lagi," kata Lazarus.

Menurutnya, dalam pertemuan kedua kubu bersama Pemkab Yahukimo, DPRD Yahukimo, anggota DPR Papua dari daerah itu, polisi, TNI, dan para pemangku kepentingan lainnya, Sabtu (16/9/2017), di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, disepakati palaku harus dihukum. 

"Namun yang harus dipikirkan bagaimana penyelesaian kurugian akibat bentrok itu, karena ada warga meninggal dunia, ada yang luka, ada rumah warga dibakar dan harta benda warga lainnya," ucapnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Setelah MM dan JI, Sekda Kota Jayapura target Kejari berikutnya

Selanjutnya

Empat bulan, puluhan warga Samenage meninggal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6199x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5776x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3942x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe