Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Mama Yosepina, jualan papeda untuk penuhi kebutuhan keluarga 
  • Senin, 25 September 2017 — 18:20
  • 947x views

Mama Yosepina, jualan papeda untuk penuhi kebutuhan keluarga 

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak hanya laki-laki sebagai kepala keluarga, yang bisa mencari nafkah untuk istri dan anak. Perempuan pun bisa bekerja keras demi menghidupi keluarganya.
Mama Yosepina Sem saat menyajikan papeda pesanan konsumen, Minggu (24/9/2017) - Jubi/Yance Wenda 
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi - Untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak hanya laki-laki sebagai kepala keluarga, yang bisa mencari nafkah untuk istri dan anak. Perempuan pun bisa bekerja keras demi menghidupi keluarganya.

Hal ini pun dilakukan perempuan asal Genyem,Yosepina Sem. Ia berusaha semampunya untuk menghidupi anak-anaknya dengan berjualan makanan dan minuman di Pasar Pharaa Sentani.

“Saya sudah berjualan sejak tahun 2014. Itu mama jualan kopi susu, teh, terus ada sirop. Di pasar di sini. Selain itu mama berjualan sagu,” kata Yosepina Sem, saat ditemui Jubi diwarung kecil  tempat dia berjualan, Minggu (24/9/2017).

Yosepina mengatakan selain menjual minuman, ia juga berjualan hasil kebunnya sendiri yang dibawanya dari kampungnya di Genyem, seperti singkong, jagung, umbi-umbian, dan kacang-kacangan.

“Mama punya anak kuliah. Tapi kebutuhan ia kuliah tidak bisa terpenuhi karena kan bapak yang sudah lama keluar tinggalkan rumah. Jadi kebutuhan anak-anak ini mama yang lengkapi dari hasil jualan seperti ini,” ucap Yosepina.

Perempuan umur 51 tahun ini menjelaskan untuk mendapatkan uang, Yosepina melakukan berbagai cara agar kebuthan anak-anak dalam dunia pendidikan itu terpenuhi.

“Mama juga bawa sagu dari hasil kebun sendiri. Mama pikir kalau mama jual mentah seperti itu kan harganya hanya Rp 10 ribu sampe Rp 20 ribu. Mama mau jualan nasi tapi penjual nasi sudah banyak. Jadi mama tertarik untuk bikin papeda jadi,” jelasnya.

Jualan yang ia tawarkan kepada pengunjung di warung kecil ini itu dengan harga yang bervariasi dan relative terjangkau. Harga tidak seperti di restoran besar yang mahal, yang penting bagaimana pengunjung bisa menikmati apa yang ia sajikan.

“Kopi susu satu gelas Rp 5 ribu, teh Rp 3 ribu, Jus Rp 2 ribu, mocca Rp 3 ribu, papeda lauknya ikan kuah cakalang satu mangkok cuma Rp 15 ribu saja,” ucap perempuan dengan tujuh anak ini.

Sem mengatakan dari hasil jualan ini pendapatan memang cukup besar namun kebutuhan hidup menuntutnya untuk bagaimana ia harus pandai-pandai membelanjakan uang dari hasil jualan, seperti untuk kebutuhan anak-anak sekolah dan makan minum di rumah.

“Dari hasil jualan papeda itu sehari saya biasa dapat Rp 200 ribu,” katanya.  

Ia juga menjelaskan kebanyakan peminat dagangannya adalah orang Papua.

“Yang paling banyak kita orang Papua. Kalau mereka mau papeda dingin nanti saya antarkan dan kalau papeda panas itu mereka datang makan disini,” tuturnya.

Merry, sesama perempuan Papua yang berjualan di pasar Pharaa, mengatakan pedagang orang asli Papua seperti mama Yospina ini harus diberi tempat yang layak untuk berjualan, apalagi mereka menjual makanan lokal khas Papua.

“Saya senang, di pasar ini selain ada papeda bungkus ada juga papeda yang sudah jadi dan tinggal makan. Kan enak to. Siapa mau makan papeda bungkus, dia tinggal beli. Mau papeda panas, tinggal datang ke tempat mama Yosepina,” kata pedagang tiba berangkat ini. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pertamina tekankan aspek safety untuk mitra kerja

Selanjutnya

Harga telur ayam di Pasar Youtefa melonjak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe