Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Palau tandatangani perjanjian PBB larang senjata nuklir
  • Selasa, 26 September 2017 — 05:21
  • 387x views

Palau tandatangani perjanjian PBB larang senjata nuklir

“Saya harus memberi penghargaan kepada semua pemimpin negara Palau sebelum saya, yang lebih dari 30 tahun yang lalu telah menyadari dan mengakui ancaman senjata nuklir dan melarang penggunaan, pengujian, dan penyimpanan senjata nuklir dalam Konstitusi negara kami,” katanya.
Presiden Palau Tommy Remengesau. RNZI/AFP
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

New York, Jubi – Presiden Palau, Tommy Remengesau, telah menandatangani perjanjian PBB mengenai larangan senjata nuklir.

Sekjen PBB Antonio Guterres menggambarkan traktat tersebut sebagai sebuah produk yang dihasilkan dari meningkatnya perhatian terhadap resiko yang dapat ditimbulkan oleh keberlanjutan penggunaan senjata nuklir, termasuk konsekuensi berat bagi kemanusiaan dan dampak lingkungan dari penggunaannya.

Sejak diluncurkan kemarin, lebih dari 50 negara telah menandatangani perjanjian yang akan mulai berlaku 90 hari setelah pembukaannya.

Fiji, Samoa, Tuvalu dan Kiribati termasuk di antara negara-negara Kepulauan Pasifik yang telah menandatanganinya, sementara negara yang belum menandatangani perjanjian larangan senjata Nuklir di kawasan ini adalah Guam dan Kepulauan Marshall.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB di New York hari Jumat 22 September 2017 kemarin, Remengesau mendorong seluruh pemimpin Negara di dunia untuk menandatangani perjanjian tersebut.

“Mengingat tindakan Korea Utara akhir-akhir ini, kita harus mempertimbangkan secara serius untuk melarang senjata nuklir dalam jangka panjang.” kata Remengesau.

“Saya harus memberi penghargaan kepada semua pemimpin negara Palau sebelum saya, yang lebih dari 30 tahun yang lalu telah menyadari dan mengakui ancaman senjata nuklir dan melarang penggunaan, pengujian, dan penyimpanan senjata nuklir dalam Konstitusi negara kami,” katanya.

“Saya menandatangani perjanjian ini sebagai tanda kehormatan kepada mereka.”

Remengesau juga mengutuk ancaman Korea Utara terhadap Guam dengan menggambarkan itu sebagai bentuk intimidasi terhadap seluruh wilayah Pasifik.(Elisabeth C. Giay)

Sebelumnya

Aktivitas gunung api di Ambae meningkat, Vanuatu evakuasi 5.000 penduduk

Selanjutnya

Pertunjukan coklat dan kopi Pasifik di Auckland

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe