Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Relawan LE datangi Komnas HAM RI
  • Selasa, 26 September 2017 — 06:30
  • 824x views

Relawan LE datangi Komnas HAM RI

“Kriminalisasi yang terjadi sekarang, bisa terjadi di waktu mendatang pada pemimpin Papua masa depan lainnya,” tambah Wanimbo.
Kelompok relawan LE berfoto bersama komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai usai menyampaikan pengaduan - IST
Victor Mambor
victor_mambor@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Sejumlah relawan Lukas Enembe, dipimpin Alberto Wanimbo mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI. Kelompok relawan yang menyebut diri mereka sebagai Perwakilan dari Barisan Massa Demo Akbar di Seluruh Tanah Papua datang ke Kantor Komnas HAM RI pada Senin (25/9/2017).

Kedatangan kelompok ini untuk mendesak Komnas HAM menyampaikan pada pemerintah segera menghentikan segala bentuk kriminalisasi kepada Gubernur Papua Lukas Enembe.

“Tanggal 19 lalu kami lakukan demo akbar di enam kota di Papua. Inti dari demo itu adalah meminta pemerintah menghentikan segala bentuk kriminalisasi pada Lukas Enembe yang adalah putra terbaik Papua saat ini,” kata Wanimbo yang merupakan Ketua Tim Relawan Lukas Enembe Jilid II, usai menyampaikan aduan mereka.

Ia kembali menekankan bahwa pasca pertemuan antara Gubernur Lukas Enembe dengan Kepala BIN, Kapolri dan Kapolda Sumut, Irjenpol Paulus Waterpauw serta pemanggilan Lukas Enembe sebagai saksi dalam kasus korupsi dana beasiswa mengindikasikan adanya upaya kriminalisasi pada Lukas Enembe.

“Kriminalisasi yang terjadi sekarang, bisa terjadi di waktu mendatang pada pemimpin Papua masa depan lainnya,” tambah Wanimbo.

Ia menyinggung soal barang bukti yang tidak kuat dalam penyelidikan kasus dana beasiswa.

“Tapi penyelidikannya terkesan dipaksakan. Ini memberikan kesan ada muatan politis didalam penyelidikan tersebut,” ujarnya.

Kedatangan kelompok ini ke Komnas HAM RI ini diterima oleh Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Menurut Pigai, ia telah berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kepolisian, kata Pigai hanya menjalankan tugas sebagai penegak hukum.

“Kasus dana beasiswa ini baru sampai tahap penyelidikan. Bukan penyidikan. Baru memulai mengumpulkan bukti dan informasi awal saja," jelas Pigai.

Bahkan lanjutnya, sebelum aksi demo besar yang terjadi pada tanggal 19 lalu, kasus Lukas Enembe sudah selesai di kepolisian.

“Pak Kapolri bilang ke Komnas HAM kalau penyelidikan itu bisa dilanjut atau tidak dilanjutkan. Kepolisian juga memantau dinamika yang terjadi di Papua,” kata Pigai. (*)

loading...

Sebelumnya

Hesegem: Wiranto keliru selesaikan kasus HAM dengan adat bakar batu

Selanjutnya

Sidang pertama penyerobotan tanah ditunda

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe