Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Sidang pertama penyerobotan tanah ditunda
  • Selasa, 26 September 2017 — 07:41
  • 487x views

Sidang pertama penyerobotan tanah ditunda

Kasus penyerobotan tanah yang dilakukan PT Alam Indah dimana Raymond Gan selaku Direktur utama yang juga sebagai tergugat pertama dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua sebagai tergugat kedua dalam sidang pertamanya akhirnya ditunda oleh majelis hakim karena para tergugat tidak hadir dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura, Senin (25/9/2017) sore.
Suasana sidang penyerobotan tanah yang dilakukan PT. Alam Indah di Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura - Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kasus penyerobotan tanah yang dilakukan PT Alam Indah dimana Raymond Gan selaku Direktur utama yang juga sebagai tergugat pertama dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua sebagai tergugat kedua dalam sidang pertamanya akhirnya ditunda oleh majelis hakim karena para tergugat tidak hadir dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura, Senin (25/9/2017) sore.

Sonny Hamadi selaku penggugat dalam kasus ini yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Yulianto, kepada Jubi usai persidangan mengatakan dalam sidang perdana tersebut memang kedua tergugat tidak hadir namun pihak PN akan tetap memanggil kedua tergugat tersebut hingga tiga kali.

"Kalau sampai tiga kali para tergugat tidak hadir maka sidang selanjutnya akan tetap dilanjutkan tanpa harus menunggu kehadiran para tergugat. Jadi di dalam persidangan tersebut, para tergugat tidak bisa membela diri mereka atas tuduhan dari klien kami," katanya.

Dalam persidangan Ketua Majelis, Prayitno Imam Santoso, mengatakan pihaknya akan tetap melakukan pemanggilan terhadap kedua terdakwa tersebut yaitu pemilik PT.Alam Indah dan BPN Provinsi Papua.

"Kalau tergugat pertama yaitu saudara Raymond Gan saat ini berada di Hongkong dan belum berniat untuk kembali ke Indonesia. Namun kami tetap melayangkan pemanggilan teerhadap tergugat pertama, karena alamat rumahnya yang terdaftar ada di Jayapura," ujarnya, yang didampingi hakim anggota Natalia Maharani dan Muliyawan.

Dalam salinan perkara, Raymond Gan telah melakukan penyerobotan dengan menggunakan PT Alam Indah dengan mengajukan permohonan pembuatan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor: 00992 untuk obyek tanah di atas Gunung Kepala Dua. Dimana, obyek tanah sengketa sudah dibatalkan melalui Surat Pencabutan Hak atas tanda tangan pada Surat Pelepasan saudara Raymond Gan tertanggal 20 Aktober 1984 oleh almarhum Ny. Petrus Hamadi (yang merupakan ibu dari Sonny Hamadi).

"Tanah sengketa dan dokumen yang dimiliki tergugat pertama legalitasnya catat hukum atau catat administrasi karena obyek tanah tersebut diilindungi oleh ondoafi yang tidak serta merta menjual tanah sesuai penetapan Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura, No. 144/Pdt/G/1984/PN.Jap," kata Yulianto.

Yulianto menambahkan bahwa obyek tanah sengketa tersebut tertanggal 20 Oktober 1984 atas nama Raymond Gan sudah dibatalkan dan catat hukum karena tanah tersebut adalah milik Bapak Alex Hamadi berdasarkan dukumen surat wasiat ondoafi atas nama Alex Hamadi tertanggal 7 Juli 1983, struktur adat Keondoafian Besar Tobati Enggros, surat bukti kepemilikan obyek tanah sengketa tertanggal 28 Juli 1985, surat bukti pemilikan tanah adat yang didukung oleh gambar dari BPN Kota Jayapura seluas 55.015M2 pada tahun 1984.

"Kalau mau dilihat secara cermat, pihak BPN telah melakukan pembohongan terhadap masyarakat adat dan tidak memberikan ruang kepada publik untuk mengajukan keberatan dan terkesan sangat rahasia dan disembunyikan tentang pendaftaran tanah milik PT Alam Indah," ujarnya. (*)

 

Sebelumnya

Relawan LE datangi Komnas HAM RI

Selanjutnya

Fasilitas internet kurang, tes CPNS online tidak efektif di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe