Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Dinkes tak bisa tempatkan tenaga medis jika poliklinik dibangun di lapas
  • Selasa, 26 September 2017 — 08:35
  • 553x views

Dinkes tak bisa tempatkan tenaga medis jika poliklinik dibangun di lapas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Adolf Bolang, mengakui  telah mendapat surat tembusan yang dikirim Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) setempat, Suroto, terkait permintaan pembangunan poliklinik di Lapas bagi para tahanan maupun narapidana. Namun pihaknya tak bisa menyanggupi untuk penempatan tenaga medis di Lapas jika klinik telah dibangun. Karena jumlah tenaga medis masih sangat kurang.
Kepala Lapas Merauke, Soroto, saat bertemu Ketua Komisi A DPRD Merauke, Moses Kaibu – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Adolf Bolang, mengakui  telah mendapat surat tembusan yang dikirim Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) setempat, Suroto, terkait permintaan pembangunan poliklinik di Lapas bagi para tahanan maupun narapidana.

 “Suratnya saya sudah terima minggu lalu dan mempelajari. Isinya tidak lain dukungan pembangunan poliklinik. Memang sangat tepat jika ada poliklinik di dalam Lapas mengingat jumlah napi maupun tahanan sangat banyak. Sehingga ketika ada sakit bisa langsung diberikan pertolongan,” kata Bolang, kepada Jubi, Senin (25/9/2017).

Hanya saja, lanjut Bolang, pihaknya tak bisa menyanggupi untuk penempatan tenaga medis di Lapas jika klinik telah dibangun. Karena jumlah tenaga medis masih sangat kurang.

“Saya sudah koordinasi dengan staf untuk memberikan tugas dan tanggung-jawab kepada puskesmas yang mempunyai wilayah kerja dengan Lapas. Nantinya dibuat jadwal guna  pelayanan kesehatan secara rutin,” katanya.

Khusus berkaitan dengan permintaan pelayanan kesehatan secara gratis, jelas Bolang, harus dibicarakan terlebih dahulu. Karena baik tahanan maupun napi di dalam Lapas tidak hanya warga Merauke tetapi juga dari kabupaten pemekaran seperti Mappi maupun Boven Digoel.

“Dalam surat diminta agar semua biaya dibebankan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. Hal ini kita harus bicarakan kembali bersama beberapa kabupaten pemekaran di Selatan Papua,” ungkapnya.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Merauke, Suroto, mengatakan pembangunan poliklinik di lapas dengan tujuan agar napi maupun tahanan yang sakit tidak harus dibawa ke rumah sakit. Tetapi langsung ditangani medis di poliklinik.

“Kita juga mengantisipasi agar napi maupun tahanan tidak lari. Karena pengalaman yang terjadi, ada yang kabur saat dibawa ke rumah sakit,” tegasnya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Pemkab Merauke dapat tambahan kuota pupuk bersubsidi 2.300 ton

Selanjutnya

Dinas Pertanian fokus kembangkan jagung di Jagebob

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe