Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Fiji cabut larangan meliput bagi jurnalis asing
  • Senin, 17 Oktober 2016 — 15:14
  • 279x views

Fiji cabut larangan meliput bagi jurnalis asing

Fiji mencabut larangan bagi jurnalis asing untuk meliput di negara tersebut. Departemen Informasi mengumumkan bahwa seluruh jurnalis bebas mengunjungi dan meliput di Fiji tanpa ada larangan sedikitpun asal mereka mengantongi izin dari Departemen Informasi.
Barbara Dreaver. --tvnz.co.nz
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Suva, Jubi - Fiji mencabut larangan bagi jurnalis asing untuk meliput di negara tersebut. Departemen Informasi mengumumkan bahwa seluruh jurnalis bebas mengunjungi dan meliput di Fiji tanpa ada larangan sedikitpun asal mereka mengantongi izin dari Departemen Informasi.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pemerintah Fiji kini tengah membangun kehidupan demokrasi dan tidak akan takut dengan liputan yang mengandung kritik terhadap pemerintah.

Pemerintah Fiji melarang dua jurnalis asal Selandia Baru, Michael Field dari Fairfax Media dan Barbara Dreaver dari TVNZ, serta seorang reporter Australia Sean Dorney untuk mengunjungi Fiji serta melakukan kegiatan jurnalistik di Fiji. Saat itu, pemerintah Fiji menyebut laporan jurnalistik mereka tentang Fiji tergolong kejam dan memalukan.

Pada tahun 2009, akademisi dari Australia, Brij Lal juga dideportasi oleh pemerintah Fiji karena mengkritik pemerintah.

Meski pintu bagi jurnalis asing sudah dibuka, namun Michael Field menyatakan dirinya masih belum percaya. Ia tidak akan percaya hal itu sampai Brij Lal juga diperbolehkan masuk ke Fiji. Field juga tidak akan percaya hal itu sampai pemerintah Fiji mengirim surat khusus untuk dirinya. “Saya hanya mendengar pernyataan itu dari pihak ketiga dan mereka tidak menyebutkan nama-nama jurnalis yang mereka maksud,” ujar Field.

Kelaparan

Barbara Dreaver dikecam perdana menteri Fiji, Frank Bainimarama karena liputannya tentang kelaparan yang melanda beberapa desa di Fiji pada tahun 2008. Pemerintah Fiji membantah laporan Barbara dan akhirnya berujung pada pengusiran Barbara dari Fiji. Selama delapan tahun, Barbara tidak bisa mengunjungi Fiji. Ia pernah mendarat selama satu jam di bandara Suva pada Juni 2016 lalu hanya untuk transit penerbangan menuju Kiribati.

“Beberapa jurnalis dari Selandia Baru dan Australia serta dari Fiji tidak menyadari laporan mereka membungkus motif politik tertentu. Kami sudah sampaikan kepada organisasi media tempat mereka bekerja agar mengirim orang lain,” katanya saat menerima kunjungan Perdana Menteri Selandia Baru, John Key pada Juni lalu di Suva. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Enam tokoh oposisi dibebaskan

Selanjutnya

Kunjungan Bainimarama di Selandia Baru dimulai besok

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe