Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. ASN berijazah palsu akan ditindak
  • Selasa, 26 September 2017 — 16:19
  • 415x views

ASN berijazah palsu akan ditindak

Saat ini semua ijazah sudah bisa dicek keabsahannya, baik dari kepegawaian negara maupun dinas pendidikan
Aparatur Sipil Negara saat mengikuti ujian kenaikan pangkat - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

 

Jayapura, Jubi - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua akan menindak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti menggunakan ijazah palsu untuk mengusulkan kenaikan pangkat penyesuaian. Tindakan tegas itu berlaku bagi ASN di lingkup provinsi hingga daerah. 

“Sanksi bagi pegawai negeri atau calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang kedapatan menggunakan ijazah palsu sudah jelas, yakni tindakan administrasi dan hukuman disiplin,” kata Kepala BKD Provinsi Papua, Nicolaus Wenda, di Jayapura, Selasa (26/9/2017).

Wenda menyebutkan saat ini semua ijazah sudah bisa dicek keabsahannya, baik dari kepegawaian negara maupun dinas pendidikan. “Silahkan sekolah secara formal sehingga bisa mendapat ijazah asli, jangan lagi membeli ijazah palsu,” kata Wenda mengingatkan.

Saat ini BKD provinsi Papua belum menemukan data pasti jumlah ijazah palsu yang didapat oleh BKN, tapi menurut informasi sudah pernah ada pegawai yang kedapatan menggunakan ijazah palsu.

Kepala Seksi Supervisi Kepegawaian Kabupaten/Kota BKN Regiolan IX Jayapura, Oktavianus Paikung, mengindikasikan pegawai negeri sipil banyak menggunakan ijazah palsu dalam pembinaan karir. “Makanya tidak heran saat ini banyak berkas menumpuk di BKN karena tidak terdaftar di portal Dikti,” kata Oktavianus.

Menurut dia, kriteria ijazah palsu dapat terlihat dari bentuk, ciri, isi dan cara perolehannya. “Kalau hanya titip nama untuk ikut ujian tidak sah, kalau kerjasama dengan orang administrasi di perguruaan tinggi tidak sah, SKS tidak memenuhi syarat juga tidak sah," kata Oktavianus menjelaskan.

Ia menjelaskan tindakan sanksi administrai dan hukuman disiplin bagi CPNS dan PNS yang menggunakan ijazah palsu, sedangkan untuk melamar menjadi CPNS tindakan administrasinya pemberhentian tidak dengan hormat sebagai CPNS.

Sanksi juga berlaku bagi  kepentingan pangkat dan kepentingan karir bagi ASN, dengan hukuman pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

“Ini bukan hanya sebatas wacana, pada formasi 2009 dari Kabupaten Nabire ada kedapatan menggunakan ijazah palsu dan sudah diberhentikan,” katanya.(*)

Sebelumnya

Penggunaan dana desa, Bupati Yahukimo : ada laporan uang untuk bersenang-senang

Selanjutnya

Papua berhasil bangun 12 ribu rumah layak huni

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe