Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Jelang putusan terbakarnya kitab suci, ratusan orang aksi pasang lilin
  • Selasa, 26 September 2017 — 18:36
  • 361x views

Jelang putusan terbakarnya kitab suci, ratusan orang aksi pasang lilin

"Proses hukum harus ditegakkan, meski kami memberikan pengampunan. Apa yang diputuskan majelis hakim Pengadilan Militer III-19 Jayapura, harus memberikan rasa aman, nyaman dan memenuhi rasa keadilan di mata hukum, dan hukum bisa ditegakkan dalam kasih Tuhan," katanya usai aksi. 
Aksi pasang lilin di halaman Kantor Klasis GKI Jayapura - Jubi/Arjuna 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Sedikitnya seratusan orang menggelar doa bersama dan aksi pasang lilin di halaman Kantor Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Jayapura, Selasa (26/9/2017) petang, sekira pukul 18.00 WP.

Aksi yang berlangsung kurang lebih 30 menit itu digelar jelang putusan Pengadilan  Militer III-19 Jayapura, 28 September 2017, dalam kasus terbakarnya kitab suci, 25 Mei 2017, dengan terdakwa onkum TNI Serda BS. 

Wakil Ketua Klasis GKI Jayapura, Penatua Marten Tanati, mengatakan Yesus Kristus mengajarkan manusia harus mengampuni, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Namun pihaknya meminta keadilan di mata dunia, di mata manusia, dan di hadapan negara harus pula ditegakkan.

"Proses hukum harus ditegakkan, meski kami memberikan pengampunan. Apa yang diputuskan majelis hakim Pengadilan Militer III-19 Jayapura, harus memberikan rasa aman, nyaman dan memenuhi rasa keadilan di mata hukum, dan hukum bisa ditegakkan dalam kasih Tuhan," katanya usai aksi. 

Sekretaris Klasis GKI Jayapura, Pdt. Irine Rumbiak mengatakan, ada lima agama besar di Indonesia yanga harus dilindungi. Tidak boleh ada mayoritas dan minoritas.

"Ketika kita jadi keluarga NKRI, semua agama harus dilindungi. Kalau dalam rumah ada sekat-sekat ada gontok-gontokan, bagaimana nantinya? Kami hanya minta proses keadilan dilakukan sama pada semua agama, tidak boleh ada perbedaan," ujar Pdt. Irene. 

Pdt. Dora Balubun ketika membuka doa bersama dan aksi pasang lilin mengatakan, umat berkumpul untuk meminta keadilan Tuhan dalam putusan kasus terbakarnya kitab suci, karena ini telah mencederai hubungan antarumat beragama.

"Semoga para hakim diberi hikmat dan benar-benar adil dalam putusannya," ucap Pdt. Dora Balubun.

Menurutnya, ketika peristiwa terjadi, banyak yang berpikir ini akan menjadi masalah besar, tapi umat dari agama tertentu dapat menahan diri dan semua bisa terkendali, sehingga tidak ada aksi.

"Kita sudah memaafkan pelaku yang entah sengaja atau tidak, tapi kita dorong keadilan harus ditegakkan secara hukum, untuk menghargai agama lain," ucapnya. (*) 

Sebelumnya

Berstatus Plt, legislator ingin Kadis ESDM definitif

Selanjutnya

Sarlotha: pemindahan napi perempuan ke Lapas Doyo sesuai prosedur

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe