Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Sarlotha: pemindahan napi perempuan ke Lapas Doyo sesuai prosedur
  • Selasa, 26 September 2017 — 21:03
  • 898x views

Sarlotha: pemindahan napi perempuan ke Lapas Doyo sesuai prosedur

"Memang kita belum memiliki LP khusus perempuan dan anak di Papua, namun dengan pemindahan sejumlah napi ke LP Doyo karena di sana juga ada napi perempuan yang terjerat kasus narkotika," katanya.
Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey (baju putih) ketika berada di Lapas Doyo - IST
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Pemindahan 18 narapidana (napi) perempuan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Abepura ke Lapas Kelas II A Narkotika Jayapura di Doyo, Kabupaten Jayapura, diakui sesuai prosedur.

Hal tersebut dikatakan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua, Sarlotha Merahabia, kepada Jubi di Jayapura, Selasa (26/9/2017).

"Memang kita belum memiliki Lapas khusus perempuan dan anak di Papua, namun dengan pemindahan sejumlah napi ke Lapas Doyo karena di sana juga ada napi perempuan yang terjerat kasus narkotika," katanya.

Dikatakan, napi yang dipindahkan dari Lapas Abepura sebanyak 18 orang, sementara jumlah napi perempuan di Lapas Doyo sebelumnya ada 18 orang.

"Jadi secara keseluruhan ada 36 napi perempuan di Lapas Doyo. Memang butuh tenaga ekstra untuk hal ini. Walaupun belum ada Lapas Perempuan dan Anak, tetapi kami berupaya agar para napi bisa nyaman di mana mereka ditahan," ujarnya.

Sarlotha menambahkan, pihaknya juga telah berkomunikasi secara intens baik kepada Gubernur Papua, Wali Kota Jayapura, dan Bupati Kabupaten Jayapura, untuk pembangunan Lapas Anak dan Perempuan.

"Sudah ada titik terang yang mana telah disepakati ada lahan seluas 5 hektare, untuk pembangunan dua Lapas tersebut. Namun belum ada kepastian akan dibangun di mana. Terakhir ada informasi akan dibangun di Kabupaten Keerom, hanya belum ada tindak lanjut. Harapannya, 2018 mendatang pembangunannya sudah dilakukan," katanya.

Sebelumnya Kepala Lembaga Perempuan, Beatrix Samber, mengatakan sejak ia dilantik belum ada fasilitas untuk Lapas Perempuan, sehingga napi perempuan selama ini ditahan di LP Abepura.

“Kami akan bekerja sekuat tenaga untuk membina mereka. Banyak persoalan yang kita hadapi karena belum mendapat tempat sendiri, dan masih bergantung di LP Narkotika. Kendala lain belum adanya kursi dan meja untuk kami bekerja. Semoga ke depan, ada bantuan dari Kantor Wilayah dan dari UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang kita tempati," ujar Beatrix. 

Diketahui belum lama ini, Komnas HAM Perwakilan Papua berkunjung ke Lapas Doyo dan mendapati blok tahanan perempuan di Lapas tersebut over kapasitas.

"Dalam kunjungan tersebut, kami meninjau kelayakan tiga kamar dalam blok perempuan tersebut. Kamar yang hanya bisa menampung 20 orang, ternyata jumlah penghuninya 36 orang," kata Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey.

Menurutnya, kondisi tersebut memprihatinkan. Sebab para tahanan perempuan tidak akan merasa aman. Belum lagi mereka masih ada dalam satu areal dengan para tahanan narkotika walaupun berbeda blok.

"Tetap saja mereka rentan terhadap kekerasan dan rasa tidak aman. Kami juga mendengarkan secara langsung keluhan beberapa tahanan wanita tentang daya tampung ruangan," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Jelang putusan terbakarnya kitab suci, ratusan orang aksi pasang lilin

Selanjutnya

Gobay: penerapan Otsus di Papua belum maksimal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe