Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Ketua Kopkedat rela jual trompet kesayangan demi Korowai
  • Rabu, 26 September 2017 — 07:58
  • 726x views

Ketua Kopkedat rela jual trompet kesayangan demi Korowai

"Saya jual terompet ini karena kami dari komunitas tidak memiliki donatur. Ini bukan pertama kali yang saya lakukan, tapi sebelumnya saya melelang alat-alat band satu set sejak 2016 lalu, di Festival Biak Munara Wampasi pada Juni 2016. Sampai Pemda Biak yang membawa alat-alat band itu, oleh Bupati Biak," katanya, kepada Jubi per selular, Selasa (26/9/2017).
Yan Akobiarek memegang terompet yang hendak dijual demi bantuan kemanusiaan Korowai - IST
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Komunitas Perduli Kemanusiaan di Daerah Terpencil (Kopkedat) Papua, rela menjual barang milik pribadi mereka demi membantu warga Korowai yang tersebar di antara Yahukimo dan Asmat.

Ketua Kopkedat Papua, Yan Akobiarek, mengatakan suku Korowai yang memiliki rumah unik di atas pohon itu, kesannya seperti ditelantarkan pemerintah daerah, sehingga sarana pendidikan dan kesehatan di sana minim. 

"Saya jual trompet kesayangan  ini karena kami dari komunitas tidak memiliki donatur. Ini bukan pertama kali yang saya lakukan, tapi sebelumnya saya melelang alat-alat band satu set sejak 2016 lalu, di Festival Biak Munara Wampasi pada Juni 2016. Sampai Pemda Biak yang membawa alat-alat band itu, oleh Bupati Biak," katanya, kepada Jubi per selular, Selasa (26/9/2017).

Ia mengaku sebelumnya memiliki satu grup band di Biak pada periode 2012, lalu bubar sekitar 2014 lalu.

"Maka alat-alat ini tidak kami gunakan lagi. Saya bantu warga Korowai sejak 2015, maka saya dengan hati yang tulus ikhlas, harus menjual untuk menyumbangkan kepada mereka kaum yang terlupakan ini," katanya.

Ia menjual alat-alat band guna membantu anak-anak Korowai yang sedang sekolah di Wamena, dengan membelikan mereka tempat tidur, kasur, selimut dan membayar uang SPP.  

Sementara trompet yang rela dijualnya, kata dia, merupakan kiriman kakaknya sebagai kado ulang tahun pada 2013 lalu.

"Terompet ini kado dari Kamal saya di Australia," katanya.

Terpisah Soleman Itlay, aktivis Kopkedat yang turut membantu warga Korowai mengatakan, sejauh ini belum ada perhatian dari Pemprov Papua terhadap kondisi yang dialami suku Korowai. 

"Sampai saat ini pelayanan pendidikan dan kesehatan di sana (Korowai) sangat minim, akibatnya masyarakat yang menjadi korban. Kami sudah berupaya mengadvokasi, tapi ada yang anggap kami ini belum berumur jadi diabaikan juga," ungkapnya.

Ke depan, ia mengharapkan pemerintah jangan hanya berargumentasi di media massa, tanpa turun langsung ke lapangan.

"Akhirnya mereka tidak memiliki data yang akurat. Pemerintah harus jeli melihat ini," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tekan angka penyalahgunaan narkoba, BNN berharap kerjasama keluarga

Selanjutnya

Masyarakat minta poliklinik penyakit dalam RSUD Yowari buka tepat waktu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe