MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 278.221 -0.076
  • IDX30 Index 455.028 -0.34
  • Composite Index 5149.888 +4.573
  • PEFINDO25 Listed 469.339 -0.25
  • SMI Infrastructur 365.209 -0.193
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4791.63 +4.312
  • Nikkei 225 17459.85 +211.35
  • FTSE BUR MAL KLCI 1820.89 -9.02
  • Integrated Silico 14.47 -0.02
  • S&P 500 2067.56 -5.27
  • NASDAQ-100 4337.785 +19.796
1:57 am October 28, 2014 | 1 Comment

“Mama-mama jual sayur. Anak jual mama,” ungkapku kepada teman-teman angota Aliansi Jurnalis Idependen (AJI) Papua di sela-sela kegiatan Uji Kompentensi Jurnalis Muda Angkatan Keenam di Hotel Numbay, dok V Jayapura, pada 9-11 2013 lalu. Ungkapan itu disambut gelak tawa rekan-rekan jurnalis. Rekan-rekan memberikan komentar beragaman. “Ah,  nanti anak-anak mama dorang marah? Ah benar moh… Ha

11:51 pm October 18, 2014 | 1 Comment

Abepura, Jubi—“Surga kecil yang jatuh ke bumi….,”tulis Frangky Syahilatua dalam syair lagunya yang berjudul ‘Aku Papua’ yang dipopulerkan Edo Kondologit, penyanyi asli Papua dari wilayah kepala burung, Sorong, Papua. Julukan Frangky itu memang satu gambaran komplet realitas Papua. Papua penuh susu dan madu yang memberikan kehidupan. Alam yang indah, hutan dan biota laut yang kaya,

4:47 pm September 30, 2014 |

Abepura, Jubi – “Saya tahu di mana OPM (Organisasi Papua Merdeka) berada, dukungan persenjataannya pun saya tahu. Kalau saya mau, sekali tumpas selesai,” ucap Mayjen TNI Christian Zebua, Pandam XVII Cendwasih, 19 September 2014.(http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/17263-“saya-tahu-dimana-opm-berada”). Pernyataan itu sangat mengejutkan kita. Warga yang tidak suka berpikir sekalipun pasti bertanya-tanya: ada apa dengan  pernyataan yang sangat ambigu itu?

3:41 pm September 28, 2014 | 4 Comments

Gorontalo, Jubi- Mata laki-laki masih semburat merah pagi itu, seperti habis menghajar kantuk. Langit Gorontalo sedang mendung, tapi wajahnya berusaha terlihat cerah dengan senyuman khas ala orang timur itu.  Memang, tadi malam hingga menjelang dini hari dia begadang, piket menjaga keamanan di Universitas Negeri Gorontalo. Dia menengok jam digital di telepon selulernya. “Setengah sembilan nanti

8:10 pm September 2, 2014 | 2 Comments

“Sunyi dan sepi,”pikirku. Beberapa orang duduk memikirkan nasib, lalu lalang mencari pasangan di ruang kosong. Saya masih menarik koper roda menuju ruangan tunggu keberangkatan. Itu saat-saat yang sangat asyik untuk melangkah, Hpku berdering, bergetar getar di kantong celana,  menghentikan langkahku. “Nomor baru”pikirku sambil menerima panggilan dengan satu keraguan siapa yang menelpon saya. “Hi…selamat sore,”jawabku lembut.

1:42 pm August 17, 2014 | 1 Comment

Suva,17/8 –“Pertempuran ekonomi ke pertempuran politik, atau sebaliknya, pertempuran ekonomi ke pertempuran politik,”tulis Rosa Luxemburg, dalam tulisan yang ditulis  Agustus 1906 berjudul “The Mass Strike”. Di sini kita tidak cerita Rosa Luxemburg, aktivis sosialis Eropa kelahiran Polandia 1871. Kita cerita wanita keriting gimbal di Abepura, Papua. Ia bertubuh kecil, langsing, berambut keriting gimbal terurai di

9:31 pm August 10, 2014 |

Suva,10/8—Masih di pondok pelarian Revolusi. Revolusi rasa sepi, susah, dan terbaikan terus berlanjut dari satu waktu ke waktu yang lain. Mata terus membantu Kaka Nona menjalani terapi otot saraf yang lumpuh tiap pagi dan sore. Mereka berjalan-jalan sekitar pondok. Entah dalam keadaan perut terisi maupun kosong hingga waktu. Waktu-waktu yang mereka lalui tidak sia-sia. Mata

7:55 pm August 7, 2014 | 3 Comments

Suva,7/8(Jubi) –Banyak faksi politik dan perbedaan pendapat menyoal pembangunan Papua Baru. Penentuan nasib sendiri terlepas dari hukum Pemerintah Indonesia telah membuka peluang, menciptakan jalan tol bagi Pemerintah Indonsia. Atas klaim sejarah yang kontrroversial, Indonsia terus melakukan pembantaian dan menciptakan sejarah penderitaan yang panjang bagi rakyat West Papua. Perbedaan itu telah terjadi sejak tahun 1960 di

9:55 am July 31, 2014 | 2 Comments

Jayapura,30/7—Bhen, Sinthike, Ghaema dan Ahyub yang mengikuti kuliah Farmakologi (ilmu tentang obat) siang itu  duduk berdampingan dan berdesak-desakan. Satu ruangan itu tidak mampu menampung ratusan mahasiswa. Pihak kampus mempertahankan situasi itu tanpa alasan dan penjelasan yang masuk akal. Herannya,  ratusan mahasiswa itu tidak pernah menyoal kampus mereka. Mengapa kampus mereka kekurangan fasilitas hingga kekurangan tenaga

9:34 pm July 27, 2014 | 2 Comments

“Kita bisa. Kita kuat jika terus bersama-sama,”tutur Kaka Nona sambil tersenyum kepada Mata dan kawan-kawan. Kata-kata dan senyuman Kaka Nona selalu membuat Mata dan teman-temannya selalu tersenyum. Gembira. Lalu sambil menari , Mereka ramai-ramai meniti rimba, naik turun gunung, melewati rawa dan sungai. Mereka menggantungkan hidup kepada alam tanpa kenal waktu. Tapi mereka kelelahan begitu

Page 1 of 1412345...10...Last »
  • Sorry. No data yet.
Ajax spinner

Pemerintah Kabupaten Sarmi

Opini

Back To Top