

Jayapura, (15/5) --- Setiap tahun Amnesty International (AI) Aotearoa, yang berbasis di New Zealand
Jayapura (14/05) --- Euforia pemilihan gubernur mulai bangkit di Papua. Hal ini ditandai dengan pend
Jayapura (26/04)---Inilah kronologis persidangan dari terkdakwa makar Forkorus Yaboisembut, Edison G
JUBI---Orang asli Papua bebas merdeka menjadi otopi bersama pemerintah Indonesia. Otopi bebas menjad
JUBI---Tiga hari yang lalu (20/03), oknum dari massa aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang se
JUBI --- Mantan pemin Timnas Indonesia asal Papua, Rully Nere menilai, kebersamaan dan rasa kekeluargaan antara pemain, pelatih dan managemen, menjadi salah satu kunci keberhasilan ‘Mutiara Hitam’ menggondol juara Indonesia Super Liga (ISL) musim ini.
“Saya melihat sejauh ini managemen berhasil mengelolah dan menciptakan rasa kekeluargaan yang begitu erat diantara pemain, pelatih, dan official tim. Ini yang membuat pemain selalu berusaha tampil maksimal saat pertandingan,” kata Rully Nere di Jayapura, Jumat 10 Juni 2011.
Menurutnya, managemen tidak hanya bisa membangun rasa kebersamaan antara pemain dan pelatih. Namun juga bisa merangkul keluarga para pemain Persipura. Sehingga tidak ada rasa minder dan diskriminasi di dalam diri setiap pemain.
”Saat ada pemain yang cedera, managemen tetap memperhatikan mereka. Ini membuat pemain termotivasi untuk bisa pulih secepat mungkin dan kembali bermain. Hal seperti ini jarang terjadi di tim lain,” ucapnya.
Ia juga memuji kepiawaian manager Persipura, Rudy Maswi yang dianggapnya sebagai salah satu aktor penting dibalik kesuksesan Boaz Solossa dkk. Meski banyak yang mengaku menjadi orang yang berperan atas keberhasilan Persipura juara ISL musim ini. “Saya rasa pak Rudy adalah salah satu orang yang berperan dan banyak berjasa dalam tim,” ujarRully Nere.
Dikatakan Rully Nere, salah satu bukti kejeniusan Rudy Maswi adalah saat memutuskan melepas kapten Persipura musim lalu, Eduard Ivakdalam. Meski awalnya teras berat dan banyak yang menentang keputusan itu, namun Rudy Maswi tahu betul apa yang dibutuhkan tim.
“Saat ini Edu sudah habis, kemampuannya sudah tidak bisa lagi mengibangi pemain muda Persipura. Ini yang menjadi salah satu titik lemah Persipura dimusim lalu. Hanya saja kelemahan itu tidak terlalu menonjol karena ada Imanuel Wanggai dan Gerald Pangkali yang membantu Edu di lini tengah tim,” tandas Rully Nere. (Arjuna)