Kolom Redaksi

AI Aoteroa HRD Awards, Nobel Prize for Human Right dan Nobel Perdamaian

Jayapura, (15/5) --- Setiap tahun Amnesty International (AI) Aotearoa, yang berbasis di New Zealand

16May
more
Pemilihan Gubernur Papua, Euforia Demokrasi?

Jayapura (14/05) --- Euforia pemilihan gubernur mulai bangkit di Papua. Hal ini ditandai dengan pend

14May
more
Inilah Kronologis Sidang Forkorus Cs

Jayapura (26/04)---Inilah kronologis persidangan dari terkdakwa makar Forkorus Yaboisembut, Edison G

26Apr
more
Pemerintah Indonesia Penjarakan Demokrasi Di Tanah Papua

JUBI---Orang asli Papua bebas merdeka menjadi otopi bersama pemerintah Indonesia. Otopi bebas menjad

01Apr
more
Faktor X Diantara Relasi Wartawan Dengan Massa Aksi

JUBI---Tiga hari yang lalu (20/03), oknum dari massa aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang se

23Mar
more

Lembar Olahraga

Galeri Foto

Pace Jubi

Interviews & Indepth Story

Pendidikan Papua, Malang Nian Nasibmu!

Jayapura, (7/5)  --- Baru saja peringatan hari ulang tahun pendidikan nasional (hardiknas) tepatnya, 2 Mei diseluruh Indonesia termasuk di Papua. Tiap tahun pemerintah pusat maupu

Arso "Kudeta" Waris Sebagai Ibukota Keerom?

Jayapura (5/5) --- Pemekaran kabupaten Keerom, Kota Jayapura, Papua, sampai saat ini bermalasah. Penempatan ibu kota kabupaten itu salah. Akibatnya, sejumlah masalah muncul di berb

Ada Perusahaan Fiktif Di Proyek TV Papua

Jayapura (06/04)---Sejak Tahun Anggaran (TA) 2006 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pengelolaan Teknologi, Informasi dan Komunikasi/Badan Informasi dan Komunikasi D

Populasi Orang Papua Semakin Sedikit di Kabupaten Keerom

JUBI--Pemekaran wilayah-wilayah di Tanah Papua terutama di tingkat kabupaten diyakini mampu memperpendek rentang kendali antara masyarakat dan pemerintah. Tak heran kalau pemerinta

Kritiklah Kami, Maka "Suanggi" Bertindak

JUBI --- Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen adalah nama salah satu kota di Papua . Sistem pemerintahan di kota ini terkesan tanpa kepala, boleh dibilang ‘kacau balau.’ Tahun

Turne Mantri ke Kampung-kampung

JUBI---Dulu ketika tanah Papua masih berlabel Nederlands Nieuw Guinea, para mantri kesehatan wajib melakukan turne ke kampung-kampung. Turne dilakukan setiap minggu ke pelosok kamp

        

Seni Budaya

Jalan-Jalan

Pernik Papua

tabloidjubi.com's followers on Twitter

Sponsored by Brandstof prijzen
  • Terkini
  • Terakhir Dibaca

Kuliner Papua

Opini

Para-Para

Previous Next
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
Adalah seekor anjing dan seekor kanguru yang masing-masing bernama Tepaisaka dan Kilipase....
  JUBI---Tetapi ketika mendekati api unggun itu, aneh apa yang terjadi? Sukun-sukun itu masih...
ALKISAH, dahulu di daerah Asmat hiduplah tujuh orang bersaudara yang telah yatim piatu. Ayah dan...
Pada zaman dahulu hiduplah seorang laki-laki bernama Mora dengan istrinya yang cantik bernama...
 JUBI—Di Pantai sebelah barat Pulau Rumberpon  terletak sebuah batu karang cadas yang besar....
Menurut Keret /Marga Wombaibabo Di Gunung Kamombai, Kampung Marau, hiduplah seorang kakek...
  Sambungan....... Kamasan Mangkarwaidi anakku, penerima rahasia teknologi pembuatan parang...
Sambungan....... “Manwori Worbaye anak bungsuku, penerima rahasia fasfesawek (pengikat anak...
Pada zaman dahulu di pulau Yapen dan pulau-pulau di sekelilingnya tidak dihuni oleh seorangpun....
  Sambungan.......Baik pribumi, pendatang, penumpang, pelancong maupun sesama manusia...
  JUBI—Towyatuwa duduk termenung di pinggir kali kecil yang mengalir melewati kampung Swya-Tami....
 JUBI-Tuk, tuk, tuk bunyi ketokan kapak batunya. Dan kalau kau menjadi burung betul, tahukah kau...

Pengalaman

Previous Next
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
JUBI ---- Terkesan, Yosina Dike diabaikan atau mungkin dilupakan Pemerintah Kabupaten Jayaura,...
Jubi--Ketelitian dan keseriusan mencatat semua kehidupan di kampung-kampung membuat Dr Agus...
JUBI --- Siapa yang tak kenal sosok Fransiskus Bobii di tanah Papua. Sejak dekade 1998 hingga...
JUBI --- Obeth Pahabol (20), menarik becak di Kota Wamena demi membantu ekonomi keluarga karena...
Jubi---Bagi para atlit sepak bola di Papua nama paitua ini sudah tidak asing lagi sebab...
Ia tumbuh dewasa dalam pengalamannya. Hari ini dia bekerja keras, hari esok akan menuai...
Ia seorang kepala suku. Hidupnya terinspirasi dari berbagai tokoh di dunia. Lemah lembut dalam...
Presidennya mudah ditemui dimana-mana. Pasukan Perdamaian PBB masih ada. Walau negara pasca...
Walau berpostur mungil dan pendek tak membuat striker Numbay Star ini tak berani menembus...
Semasa bergabung dengan JUBI, ia dikenal seorang yang humoris. Memililiki idealisme yang...
Syair lagu yang dulunya dianggap tak mungkin, kini sudah terbukti. Tapi, karya ciptanya pernah...
Ia keluar masuk kampung. Ia prihatin dengan angka gizi buruk yang melanda Asmat. Ia berbagi...

KPA Provinsi Papua

Written by Victor Mambor Category: KPA Provinsi Papua
Published Date Hits: 2031
Print

Strategi Pendidik Sebaya adalah kerangka kerja yang dipilih oleh MdM untuk menjawab kebutuhan akan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bagi masyarakat di Daerah Pegunungan Papua.

JUBI --- Tentu, perangkat media KIE yang digunakan harus teradaptasi terhadap konteks sosial budaya masyarakat agar informasi yang diberikan benar-benar berguna bagi masyarakat.
Mengenai informasi HIV/AIDS serta lebih luasnya Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Masyarakat Puncak Jaya tempat MdM bekerja belum pernah benar-benar didekati dengan media KIE yang mengandung representasi dan gambar yang relevan dengan konteks sosial-budaya mereka. 
Pada Tahun 2009, Medicine du Monde (MdM) mengadakan suatu pilot-project media KIE, mengembangkan bahan-bahan KIE baru tentang Kesehatan Seksual dan Reproduksi (Kespro) yang relevan terhadap konteks sosial budaya Masyarakat Pegunungan Papua.
Untuk mengimplementasikan media tersebut, telah dirancang juga sebuah strategi. Masyarakat di kampung yang kebanyakan buta huruf dan cenderung kurang percaya pada petugas kesehatan.
Dalam konteks ini, penggunaan pendekatan Pendidik Sebaya dapat menjawab dua masalah sekaligus: memberikan informasi yang komprehensif, sederhana dan mudah dimengerti kepada masyarkat, serta membangun jembatan antara masyarakat dan petugas kesehatan dengan cara mengarahkan masyarakat atau bahkan mengantar mereka ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Peran Pendidik Sebaya sederhana saja, yakni memberikan informasi dasar dan mengarahkan masyarakat. Para pendidik sebaya ini harus mempunyai kepercayaan diri yang tinggi karena informasi yang diberikan seringkali merupakan informasi yang sensitif bagi masyarakat.
MdM melatih Tim Pendidik Sebaya pertama yang terdiri atas 10 orang dan 5 orang supervisor pada dua minggu terakhir Januari 2010.
Sebagian besar peserta pelatihan adalah siswa/i yang telah terlibat dalam kegiatan pencegahan HIV/AIDS dengan MdM. Dalam event Hari AIDS sedunia dan penyuluhan di sekolah-sekolah yang dipilih bersama-sama tokoh gereja di beberapa kampung di Mulia. Sedangkan para supervisor adalah para kader dan siswa/i senior yang lebih berpengalaman bekerja dengan MdM.
Kegiatan ini berlangsung selama empat  jam setiap hari. Mereka mengikuti pelatihan Kesehatan Seksual dan Reproduksi secara interaktif, berlatih menggunakan permainan dan pemberian informasi, juga berdebat tentang harapan-harapan mereka dalam mengikuti kegiatan ini.
Dari kegiatan itu, MdM menilai peserta sangat antusias dan berkomitmen untuk membawa nilai tambah bagi masyarakat khususnya dalam  memberikan informasi tentang isu-isu kesehatan yang  mendasar seperti Kespro, KB, HIV/AIDS, IMS, dan  kebersihan.
Pendidikan sebaya ini secara bertahap memberikan penyuluhan di kampung masing-masing, seperti Kampung Pagaleme, Muliambut, Wuyukwi, Wadenggobak dan Kampung Karubate. Kampung tersebut berada  dalam Distrik Mulia.  
Dalam pendidikan sebaya ini, MdM melibatkan sebanyak mungkin peserta perempuan karena beberapa pertimbangan. Selain  anak perempuan mempunyai beban kerja yang lebih banyak, juga karena biasanya orang tua jarang mengijinkan anak perempuan mereka  mengikuti kegiatan di luar sekolah. Kegitan selanjutnya, MdM berencana untuk lebih banyak melibatkan remaja perempuan agar orang tua dapat memahami peranan anak perempuan di hadapan publik, sekaligus dukungan moral terhadap kaum perempuan di daerah itu.
Penyuluhan pendidik sebaya resminya diadakan tiap Hari Minggu setelah waktu ibadah di gereja masing-masing. Pola pendidik sebaya juga dengan mengadakan penyuluhan di dalam lingkungan remajanya. Kegiatan-kegiatan penyuluhan ini dikelola bersama-sama dengan para supervisor serta dukungan dari pihak gereja.
“Peserta  pendidik sebaya nyaman menggunakan perangkat kerja mereka, misalnya lembar-balik dan poster dengan topik kesehatan seksual dan reproduksi. Masyarakat yang terlibat mendengar, berkomentar, bertanya dan tampak serius mengikuti kegiatan,” kata Fritz Haryadi, Communication Officer MdM Papua Project. “Kemudian akan diadakan semiloka untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan kebutuhan-kebutuhan para pendidik sebaya. Program ini adalah pilot-project, sehingga harus tetap hidup, terus dimonitor dan terus diadaptasi.”
Selain itu, MdM akan merekrut dan melatih tim pendidik sebaya baru untuk periode 2010-2010.  “Kali ini kami berusaha merekrut calon-calon dari berbagai latar belakang seperti menarik kader baru, relawan gereja dan lainnya,” ujarnya.
Berbagi pengalaman dan menjalin jejaring adalah strategi yang dipresentasikan pada minggu pertama Februari dalam sebuah pertemuan di Jayapura dengan pihak-pihak terkait (KPAP dan KPAD Mulia, Dinkes Prov, BKKBN) serta mitra-mitra dari Jaringan Koalisi Stop AIDS Now! yang bekerja di berbagai daerah di Papua (Primari di Nabire, Tangan Peduli di Wamena dan Yasanto di Merauke).  
Berbagai organisasi ini mendapatkan kesempatan untuk saling berbagi pikiran mengenai kebutuhan akan media KIE tentang kesehatan seksual dan reproduksi termasuk HIV/AIDS.
Dalam pertemuan ini ditegaskan bahwa terlepas dari pilot project di Puncak Jaya, LSM lain di Daerah Pegunungan Papua telah berupaya mengambil pendekatan sosial budaya terhadap kebutuhan masyarakat penerima bantuan mereka dalam hal informasi, dengan cara merancang media KIE sendiri.
Tetapi, juga harus digarisbawahi pula bahwa kampanye di tingkat nasional maupun  provinsi  selama  ini  masih ditujukan untuk daerah-daerah pesisir dengan kurangnya pembuatan media yang khusus membidik konteks daerah pegunungan.
Perwakilan dari KPA provinsi dan BKKBN memang sangat tertarik terhadap berbagai pola pendekatan ini dan diusulkan untuk menjalin koordinasi yang lebih kuat dengan Pokja Media di KPA Provinsi Papua yang bertanggung jawab dalam penyusunan media KIE di tingkat provinsi.
“Tentunya sangat menarik jika forum-forum pertemuan LSM-LSM HIV/AIDS ‘Pegunungan’ ini diadakan secara berkelanjutan,” katanya.  
Jika benar bahwa sulitnya koordinasi ini dikarenakan faktor logistik, maka momentum dari semua pihak sudah ada.
Misalnya LSM, Pemkab, KPA, Dinkes dan tentunya masyarakat yang menjadi sasaran sangat berkeinginan untuk saling berkoordinasi dalam rangka mempromosikan kebutuhan akan suatu strategi KIE, sekaligus merancang media KIE yang dimaksud, khusus untuk masyarakat yang hidup di daerah pegunungan. Kami berharap, melalaui kegiatan ini, setiap remaja di Puncak Jaya bisa mengetahui tentang kesehatan reporoduksi, termasuk jenis penyakit dan bahaya yang dtimbulkan. (Redaksi)

comments