Content View Hits : 1821586
Thursday, 11 March 2010
Freddy Muli: "Pemain Papua Mesti Punya Karakter Tersendiri" PDF Print E-mail
Saturday, 04 April 2009 07:44

Image
Fredy Muli (Foto : www.kaltimpost.co.id)
 
JUBI---Talenta talenta dari Papua tak perlu disangsikan lagi. Setiap saat muncul pemain berbakat alam dari Papua yang selalu memberikan kontribusi bagi tim nasional. Tetapi kedepan pemain pemain Papua mesti mempunyai karakter sebagai tim juara.
 
"Pemain pemain dari Papua bukan hanya bisa menendang bola, tetapi mesti dibentuk karakter pemain dalam sebuah tim juara," ujar pelatih Persidafon Dofonsoro, Kabupaten Jayapura Freddy Muli kepada JUBI di Hotel Sentani Indah, Jayapura, pekan lalu.
Fredy menjelaskan, pemain berkarakter adalah pemain yang memiki kemampuan teknik, intelegensi, skill edurance, fighting spirit, memahami taktik dan strategi serta dinamika pertandingan. "Pemain Papua yang berkarakter mesti memiliki kemampuan seperti ini. Karena itu menjadi ciri khas sepakbola Papua," ungkap Freddy.
Untuk membentuk karakter pemain pemain Papua khususnya pemain pemain Persidafon, maka dalam jangka waktu dua bulan kedepan ini dirinya secara perlahan dan pasti mulai menggali talenta talenta muda di Papua.
"Saya gali sendiri karena begitu banyak talenta di Papua. Mustahil, kalau tak dapat 5 pemaim lokal dari Papua," ujar Freddy, seraya minta pemain pemaim putra daerah agar ikut seleksi tahap I sekaligus menyerahkan biodata, usia, klub asal serta posisi bermain kepada pengurus skuad Persidafon."
"Saya ingin berjalan ke seluruh wilayah Papua untuk mencari pemain bertalenta dan menempatkannya pada posisi yang tepat," kata Freddy yang meloloskan PSMS Medan Finalis Liga Jarum tahun 2007-2008.
Karena itu, dirinya memberikan kesempatan bagi pemain Persidafon ataupun pemain pemain lokal Papua agar dapat mengikuti latihan secara kontinyu dan bertahap seminggu tiga kali di Stadion Barnabas Youwe, Sentani. "Saya melakukan seleksi pemain dalam tiga tahap. Apabila dalam seleksi tahap pertama terdapat pemain-pemain lokal yang mampu memperlihatkan talenta mereka, maka saya akan rekrut," sebut Freddy.
Menurut Freddy, dia membutuhkan setidaknya 20-an pemain terdiri dari 7 pemain senior yang menghuni skuad Persidafon selama ini serta tambahan 8-10 pemain lokal putra daerah berusia 22-24 tahun. Prosentase 60:40. "Saya juga akan memburu beberapa pemain luar Papua yang memiliki reputasi sepakbola nasional serta legium asing agar dapat melengkapi kuota 30 pemain untuk didaftarkan ke Badan Liga Indonesia (BLI)," ujar suami Melati Indra Astuti ini.
 
Tangan Dingin
Freddy Muli adalah sosok pelatih muda "bertangan dingin" yang memiliki prestasi mumpuni saat membesut sejumlah tim, antara lain tahun 2002 -- 2004 berhasil meloloskan skuad Persegi Gianyar ke Divisi Utama PSSI. Tahun 2005 ia berhasil membawa Persik Kediri menempati posisi 3 Besar LSI Wilayah Timur. Tahun 2006 membesut Persebaya Surabaya menjadi juara Divisi I serta mengantar PSMS Medan menjadi finalis Liga Jarum tahun 2007-2008.
Freddy mengatakan, legiun asing masih dibutuhkan untuk mengisi beberapa posisi sentral dan mempertajam alur serangan serta menarik animo penonton untuk datang ke stadion. "Saya ingin menghibur penonton melalui kolaborasi antara pemain lokal Papua dan legium asing karena sepakbola adalah show," tukas Freddy yang mengaku belajar ilmu sepakbola dari M.Basri, Almarhum Iswadi Idris dan Ronny Patinasarani ini.
"Kalau sulit mencari pemain berkualitas play maker dan striker, maka solusinya adalah mencari legium asing. Apalagi sosok seorang play maker sangat langkah. Kita harus punya konsep dimana kita harus pertajam. Kita bicara prestas, tetapi jangan lupa memantau pemain lokal yang saat ini main di Liga Super Indonesia (LSI) U-21," jelas Freddy.
Dalam melakukan perburuan pemain lokal luar Papua dan legium asing, tutur Freddy, mestinya disesuaikan dengan kondisi tim. "Kwalitas mereka seperti apa, apakah dia punya kwalitas ISL. Kalau pemain lokal luar Papua punya kwalitas atau punya prestasi," papar Freddy.
Pemain yang kini menghuni skuad Persidafon antara lain, Joice Sorongan (Kiper), John Monim, Esward Isir, Joy Arroi, Steven Mendamso, Rafles Pulalo, Andi Kapouw, Asmad, Lukas Rumkabu, Robert Kreuta, Samuel B.
 
Persidafon Masa Depan Kombinasi Pemain Lokal dan Legium Asing
Selain itu, pemain yang kini menghuni skuad Persidafon butuh penyesuaian dalam segala hal, baik teknis maupun non teknis. Betapapun, tak gampang mendapatkan pemain yang benar-benar memiliki kwalitas. Membentuk sebuah tim yang solid, kompak, kat tak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang.
Skuad Persidafon kedepan, tukas Freddy, adalah kombinasi antara pemain lokal, pemain lokal luar Papua serta legium asing. "Saya akan memburu 8-9 pemain untuk penunjang tim. Siapa pemain yang diincar tak perlu terburu-buru karena waktu masih panjang hingga 2011," tukas Freddy.
Freddy mengisahkan, dirinya dinilai cukup sukses dalam menangani beberapa tim di Jawa, Bali dan Sumatera karena ia memiliki disiplin yang tinggi dalam melatih. "Gaya latihan saya fleksibel, tetapi tak ortodox. Pemain tak disiplin, maka saya akan tindak tanpa pandang bulu," tukas Freddy..
Apabila dirinya dipercayakan untuk melatih sebuah tim, urai Freddy, hal pertama yang dibicarakan dengan pihak manajemen adalah materi pemain, program kerja serta target yang hendak dicapai. "Manajemen memberikan saya target agar skuad "Gabus Sentani" Persidafon mampu tembus ke Super Liga musim 2011 sehingga saya mesti berupaya mencapai target yang dipatok, tetapi kalau tanpa target maka saya tak punya motivasi kerja," ujar Freddy, seraya minta kepada para pemain untuk bertanggung jawab dan bersikap profesional terhadap peran yang diberikan pelatih serta pendukung tim."
Freddy menegaskan, dirinya telah berbicara dari hati ke hati dengan pihak manajemen Persidafon, bahwa tim ini kini bertengger di Divisi Utama bukan Divisi I. Sebagai kompetisi berlevel ISL, maka harus benar-benar menyiapkan tim secara matang dan terencana.
Karena itu, seluruh elemen mulai dari ketua umum, manajer tim, pelatih, pemain, media, fans dilibatkan untuk memberi dukungan terhadap rencana tim. "Tujuan kompetisi adalah untuk meraih prestasi setinggi-tingginya dan bukan sebagai ajang pembinaan pemain usia dini," papar Freddy. (Makawaru da Cunha)

 
FREDDY MULI DAN PRESTASI

 
Nama : Freddy Muli
Tempat/Tanggal lahir : Palopo, 20 Pebruari 1962
Nama Istri : Melati Indra Astuti
Nama Anak : Frenylia (SMAN I Sidoarjo), Stevanus Muli (SD Kelas 3)
 
PENGALAMAN KLUB
 
Tahun 1979 -- 1982 : SMA Ragunan
Tahun 1981 -- 1982 : Gala Mahasiswa Solo
Tahun 1984 : PS Krakatau Steel
Tahun 1985 -- 1986 : Perkesa 78 Sidoarjo
Tahun 1986 -- 1989 : Niac Mitra Surabaya
Tahun 1990 : Petro Kimia Putra
Tahun 1990 -- 1992 : Mitra Surabaya
Tahun 1993 -- 1995 : Gelora Dewata
Tahun 1996 -- 2000 : Gelora Putra Deltras
 
PENGALAMAN PELATIH
 
Tahun 2000 -- 2002 : Pelatih Gelora Putra Deltras
Tahun 2002 -- 2004 : Persegi Gianyar (Lolos Divisi Utama PSSI)
Tahun 2005            : Persik Kediri (3 Besar Wilayah Timur ISL)
Tahun 2006            : Persebaya Surabaya (Juara Divisi I PSSI)
Tahun 2007-- 2008  : PSMS Medan (Finalis Liga Jarum PSSI)
Tahun 2009            : Persidafon Dofonsoro, Jayapura, Papua


Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Comments (2)
  • Anonymous
    :0 :no-comments: :ooo: :pirate: :?: :(
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
 Klik Banner Di Atas, Dapatkan Informasi Penghargaan Pembela Hutan Papua 2010 

Pooling

Siapakah Bakal Calon Walikota Jayapura Pilihan Anda?
 
Frontpage

Surat Pembaca