| Mampukah Mutiara Hitam Menembus Badai Pegunungan |
|
|
|
| Saturday, 04 April 2009 07:44 | |||
![]() Persipura VS Persiwa Memang secara teknis Persipura sudah siap sebab sudah melakukan persiapan matang mulai di Batu Malang hingga banyak melakukan uji coba melawan tim di Jawa, dan terakhir di Jayapura. Dengan kesiapan ini secara mental anak anak asuhan JF Tiago ini jelas di atas angin bukan berarti meremehkan kemampuan tuan rumah anak anak Badai Pegunungan. Ingat ini bermain di Wamena jadi semangat anak anak gunung akan bangkit untuk menyerang ke gawang Jendri Pitoy. Seandainya Suharno menginstruksikan Pieter Rumaropen dan kawan kawan bermain menyerang dan terbuka sejak menit menit awal jutru akan diladeni dengan baik oleh Eduard Ivakdalam. Bahkan menguntungkan Persipura yang senang bermain menyerang. "Semua orang sudah tahu bahwa permainan khas Persipura adalah menyerang,"ujar sang Jenderal Lapangan Tengah Ivakdalam. Namun kendalanya dalam laga di Wamena gelandang elegant Gerald Pangkali tidak diturunkan,ini berarti beban kerja Ivakdalam agak berat. Kalau pun pelatih akan menurunkan Imanuel Wanggai, Paolo Rumere dan Stevie Bonsapia performance mereka tak sama baiknya dengan Gerald Pangkali. Mantan pemain Persija ini dalam beberapa laga telah berhasil berbagi peran dengan sang Kapten Ivakdalam. Sedangkan ketiga pemain muda ini pernah bermain tak belum padu benar. Apalagi lini tengah Persiwa dikoordinir oleh Imanuel Padwa dan Habel Satya rekan satu tim Pangkali, Boas dan Ricardo dalam tim PON Papua di Palembang lalu hingga mereka memiliki pengalaman dan tahu kelebihan masing masing. Jadi boleh dibilang perseteruan kawan kawan satu tim di PON Palembang. Sebaliknya kalau pelatih Suharno menerapkan pola bertahan dengan lima pemain belakang dan tiga gelandang serta menyisakan Piter Rumaropen dan Barkoui di depan, justru menguntungkan Persiwa.Pasalnya pertahanan berlapis atau grendel telah terbukti memandulkan penyerang Persipura baik Boaz, Beto dan Jeremiah. Melawan Arema dan Persela Lamongan Persipura sulit menembus dan membuat gol. Pada strategi bertahan justru memberikan gerak Pieter Rumaropem dan Barkoui untuk merajela di depan tentunya peran gelandang Imanuel Padwa sangat penting untuk menyuplai bola dalam serangan balik Persiwa. Posisi pertahanan Persipura terlemah berada pada posisi pemain senior Persipura Jack Komboi, kelalaian yang dibuat Jack tentunya berakibat fatal sebab Rumaropen dan Barkoui punya kemampuan skill individu yang tinggi dan cepat. Walau demikian dua striker ini baru pertama kali bermain di Persiwa sehingga perlu waktu untuk beradaptasi dan menyesuaikan irama permainan Persiwa. Namun sebagai pemain profesional sudah pasti Barkouni akan cepat menyesuiaikannya. Peringatan yang disampaikan pelatih JF Tiago untuk jangan meremehkan Persipura patut didengar dan dijalankan sebab semangat badai Pegunungan untuk meraih scudetto sangat besar. Apalagi Jacksen sendiri mengakui bahwa tim Persiwa selalu menang di kandang selama empat tahun berturut turut. Mampukah Mutiara Hitam menembus atau memecahkan rekor Persiwa di kandang ? Semuanya tergantung pertandingan Minggu (1/2) di Stadion Lapangan Pendidikan antara derby Papua. (Dominggus A Mampioper) PERSIWA (3-5-2): 25-Timotus Mote (K), 4-O.K. Jhon, 14-Yesaya Desnam, 27-Tarik Caqui (B), 11-Habel Satya, 23-Imanuel Padwa, 3-Erik Weeks, 7-Albertho Mambrasar, 10-Pieter Rumaropen (T), 24-Boakay Foday, 20-R. Barkoui (D) Cadangan: 30-Charles Woof, 19-Anakletus Way, 15-Isak Konon, 17-Vendry Wofu, 9-Tutug Widodo, 12-Anton Samba; Pelatih: Suharno
|
Latest News
- DWP Lapas Gandeng RSUD Abepura Gelar Pengobatan Napi Gratis
- Asmamta Sesali Sikap Partai Golkar Papua
- Mubes III Himapura, Sebagai Bagian Konsolidasi Organisasi
- Diskriminasi Berbagai Bidang Masih Terjadi di Papua
- Kasus Ijasah Palsu Masih Ditangani Kepolisian
- 10 Pejabat sudah dipriksa KPK, Yusak Masih ‘Bandel’
- Polres Merauke Masih Tunggu Hasil Labfor
- Polres Merauke Dukung Kinerja KPK dan BPK
- Dialog KIP Berkelanjutan Ciptakan Ruang Partisipatif
- BKD Asmat masih ‘Bungkam’
Pooling
Komentar Pembaca
- Loading...
Surat Pembaca
- Listrik di Jayapua T’ra Beres [Thursday 11 March 2010, 06:06]
- Perlukah Pemekaran Kodam (di) Papua? [Thursday 11 March 2010, 06:06]
- Surat Terbuka untuk “Kaka Bas”: Kereta Api untuk Siapa? [Friday 12 February 2010, 13:01]
- Menanti Gebrakan Putra Asli Numbay [Wednesday 03 February 2010, 15:03]
- Mungkinkah Persipura Lolos 16 Liga Champion Asia? [Wednesday 03 February 2010, 15:03]
- Wali Kota Jayapura Harus Tegas [Wednesday 03 February 2010, 15:03]
Terbitan Papua Room
| Mawar Hitam Tanpa AkarSaturday, 29 August 2009 | Administrator + Full Story |
| Other Articles |



















saya sangat berterima kasi kepada Bapak Harun yang mana telah ...
Jayapura milik semua...siapapun dia..yg tali pusat putus di ja...
ayo persipura semangat trus jangan menyerah key.....n jangan ...
Kata motivasi semakin sering digunakan akhir-akhir ini. Ba...
sehubungan dengan berita mengenai dilema yang dihadapi oleh Ru...
haiii kk salam kenal yach lebih awal......k jujur aja sy penas...
saya sangat penasaran ketika mendengar novel ini dan merasa ba...
Saya setuju kalau bisa 11 kursi harus lebih banyak diisini kal...
Apa yang dikatakan saudara ones Yobe itu benar. Pelayanan publ...
bupati dorang kumpul supaya. jelas sekali, itu karena dong pun...
wau-wau dorang, maju terus e,,, jangan perna mundur. tuntut te...
om joe..pertamanya tahun 1998 di berita di selebaran yang saya...