Content View Hits : 1823401
Friday, 12 March 2010
| Pemain Muda di Nabire Potensial, Pembinaan dan Kompetisi Sangat Minim |
|
|
|
| Saturday, 04 April 2009 07:44 | |||
|
JUBI --- Sebenarnya anak-anak berusia muda yang ada di Nabire punya potensi bermain sepak bola. Hanya saja, sampai saat ini tidak pernah ada turnamen ataupun kompetisi, sehingga potensi mereka tidak tergali dengan baik. Pembinaan pun nyaris tak ada. Praktis, banyak anak yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan kurang baik, misalnya cenderung mengkonsumsi minuman keras (miras), hitung menghitung kupon putih alias togel, dan lain-lain. Yosep Iyai, salah seorang mantan pemain sepakbola asal Nabire yang pernah bermain di PSBL Bandar Lampung, Arema Malang dan Perseman Manokwari mengaku sedih menyaksikan realita selama ini, dimana pemerintah daerah tidak pernah mau melihat potensi anak-anak Papua yang sebenarnya butuh perhatian untuk dibina secara khusus agar kelak mereka pun bisa menjadi pemain sepakbola yang profesional. “Entah sampai kapan pemerintah ini mau buka mata hati terhadap bidang sepakbola di daerah ini. Karena kurang ada dukungan dan program nyata, maka jangan heran kalau tim Persinab juga ngos-ngosan di Divisi II dan sekarang Divisi I. Sebenarnya pemain sudah siap, banyak sekali jumlahnya. Cuma selama ini tidak ada kompetisi dan pembinaan. Pengurus Persinab, Pengcab, KONI maupun pemerintah dan pihak swasta sepertinya tidak respek dengan sepakbola kita ini,” tutur Yosep dalam percakapan dengan JUBI di Plaza Telkom Nabire, Kamis (2/4). Yosep menilai, Nabire sebenarnya Nabire kaya akan pemain muda berbakat. Buktinya, selama kompetisi sepakbola U 13-15 tahun digulirkan, banyak sekali anak-anak muda yang tampil baik, walaupun sebelumnya sebagian besar belum pernah ikut pertandingan atau turnamen. Mereka cukup potensial. Jika dipoles lebih lanjut, mereka layak diproyeksikan untuk kemudian bisa memperkuat tim Persinab. Kompetisi sepakbola usia dini 13-15 tahun antar kampung/kelurahan tingkat Kabupaten Nabire tahun 2009 yang diselenggarakan di dua lapangan, Sapta Marga Kodim 1705/Paniai dan Polres Nabire, menurut Yosep berdampak bagi anak-anak termotivasi untuk mengembangkan bakat bermain. Namun hal itu perlu ditindaklanjuti dengan turnamen tetap berikut pembinaan sesuai kategori umur pemain. Senada juga diakui pengamat sepakbola di Nabire, Abian Pekey. Melalui kompetisi antar kampung/kelurahan yang berakhir sore ini, telah memperlihatkan kepada kita semua bahwa di Nabire ternyata ada banyak pemain muda berbakat yang kelak bisa diandalkan. “Saya sangat bangga menyaksikan begitu banyak anak-anak di daerah ini memiliki talenta dan bakat bermain sepakbola. Bakat alamiah yang dimiliki para pemain belia itu tentu merupakan suatu investasi terbesar bagi masa depan persebakbolaan Nabire,” ujar Abian kepada JUBI. “Kali ini baru benar-benar muncul adik-adik kita yang memang punya potensi bagus sebagai pemain sepakbola handal di waktu mendatang. Kalau tidak ada kompetisi itu berarti tidak mungkin kita tahu mereka punya potensi bermain,” tuturnya. Munculnya sederetan pemain muda itu tentu melalui suatu proses dan seleksi, termasuk syarat yang diminta dalam mengikuti kompetisi tersebut. Maka tidak salah jika penyelenggaraan kompetisi antar kampung/kelurahan berdasarkan program Gubernur Papua, Barnabas Suebu itu diapresiasi banyak kalangan. Karena memang tujuan dari kompetisi ini sangat bagus sekali. “Anak-anak muda ini tinggal dibina melalui program terpadu, saya kira kita akan kaya dengan pemain sepakbola,” lanjut mantan skuad Persinab Nabire itu. Dengan kemunculan mereka, Abian yakin ke depan akan menggantikan kakak-kakak senior yang sudah pasti secara alami akan ‘gantung sepatu’. Sebab mengingat umur manusia terbatas, tentu harus ada regenerasi. Dan anak-anak yang kini sedang berkompetisi inilah yang bisa diandalkan untuk materi pemain Persinab di masa mendatang. “Tetapi kompetisi yang sekarang ini kan programnya Gubernur Papua, program pemerintah provinsi. Jadi kalau bisa, kita di daerah juga selenggarakan turnamen setiap satu tahun satu kali. Entah turnamen per kelompok usia atau gabungan, yang penting harus ada turnamen tetap,” kata Abian. Perlunya turnamen sepakbola di Nabire, menurut Abian Pekey, supaya potensi yang ada tetap tergali untuk selanjutnya dibina dengan baik. Pembinaan dan turnamennya bisa digelar berjenjang, sesuai kelompok umur. Untuk itu, mudah-mudahan pengurus Persinab, Pengcab, KONI, bisa pikirkan soal itu, dan pemerintah daerah tentunya harus mendukung penyelenggaraannya. (Markus You)
|
Latest News
- Kochi University - Uncen Gelar Seminar Keperawatan
- BKBN Lakukan Koordinasi KB
- SKPHP: Pengobatan Karma Tak Butuh Bantuan Pemerintah
- Bangun SDM Mulai Sekarang
- Diaz: Pemerintah Serius Bangun SDM di Papua
- Infeksi Nosokomial Dapat Dicegah
- ARNOLD UDAM SIAP PIMPIN KNPI PAPUA
- DEPKUMHAM SIAP FASILITASI DIALOG DENGAN JAKARTA
- BUNAS: LAPAS MERAUKE DIUSULKAN DAPAT PEMUGARAN
- Pelayanan Kesahatan Belum Merata
Pooling
Komentar Pembaca
- Loading...
Surat Pembaca
- Listrik di Jayapua T’ra Beres [Thursday 11 March 2010, 06:06]
- Perlukah Pemekaran Kodam (di) Papua? [Thursday 11 March 2010, 06:06]
- Surat Terbuka untuk “Kaka Bas”: Kereta Api untuk Siapa? [Friday 12 February 2010, 13:01]
- Menanti Gebrakan Putra Asli Numbay [Wednesday 03 February 2010, 15:03]
- Mungkinkah Persipura Lolos 16 Liga Champion Asia? [Wednesday 03 February 2010, 15:03]
- Wali Kota Jayapura Harus Tegas [Wednesday 03 February 2010, 15:03]
Terbitan Papua Room
| Mawar Hitam Tanpa AkarSaturday, 29 August 2009 | Administrator + Full Story |
| Other Articles |


















Kata motivasi semakin sering digunakan akhir-akhir ini. Ba...
sehubungan dengan berita mengenai dilema yang dihadapi oleh Ru...
haiii kk salam kenal yach lebih awal......k jujur aja sy penas...
saya sangat penasaran ketika mendengar novel ini dan merasa ba...
Saya setuju kalau bisa 11 kursi harus lebih banyak diisini kal...
Apa yang dikatakan saudara ones Yobe itu benar. Pelayanan publ...
bupati dorang kumpul supaya. jelas sekali, itu karena dong pun...
wau-wau dorang, maju terus e,,, jangan perna mundur. tuntut te...
om joe..pertamanya tahun 1998 di berita di selebaran yang saya...
kami mendukung aksi ini. bebaskan tapol napol!!!! Cyntia kamu ...
Sa setuju dengan tindakan sodara2 smua yang ada di waghete...n...
Kami mendukung secara penuh penolakan tersebut, karena selama ...