|
JUBI --- Dengan jumlah 8 dokter umum, 2 dokter gigi, 25 perawat, 7 bidan, puskesmas yang berdiri sejak jaman Belanda ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di Sarmi. Puskesmas yang berstatus rawat inap itu, dalam perjalanannya, masih banyak pelayanan yang mesti dibenahi. Terlebih perkembangan populasi dan kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat.
“Sebenarnya status puskesmas rawat inap perlu ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe D atau C. Pemerintah bisa saja naikkan status kalo ada komitmen” ungkap Luwunaung, Kepala Puskesmas Sarmi, Senin (8/2).
“Kami hanya bisa berharap saja, untuk tenaga medis kami pikir sudah memadai,” tukas dia. Namun, lanjut Luwunaung, dengan posisi puskesmas yang di tengah hunian, perlu juga dipikirkan dampak lingkungannya, terutama soal limbah. “Kami kan cuma pelaksana, dan sampai hari ini belum pernah membicarakan status jadi rumah sakit. Semua urusan ditangani dinas kesehatan."
Hingga tahun anggaran 2010 ini, Luwunaung belum mendengar ada kebijakan perubahan status. Kendati demikian, sebagai antisipasi pelayanan yang tidak mampu puskesmas tangani, pihaknya hanya bisa menyiapkan mobil ambulan untuk evakuasi pasien ke rumah sakit di Jayapura. “Anggaran 2009 sebesar Rp 90 juta hanya cukup untuk itu. belum lagi kita harus siapkan dana taktis untuk menalangi pasien yang kurang mampu,” katanya.
Dari Januari sampai Mei 2009, sebanyak 7000-an kasus penyakit ditangani puskesmas Sarmi. Sebagian besar bisa ditangani oleh pihaknya. Sebenarnya sudah ada puskesmas rawat jalan di beberapa kampung dan distrik diluar Sarmi. Namun sampai sejauh ini, fungsi pelayanannya masih minim.
Soal minimnya pelayanan di puskesmas kampung, hal ini diungkapkan Meki Imbir (48) warga Kasukwe, Sarmi. Ditemui di ruang tunggu Puskesmas Sarmi, Senin siang, ia mengeluh sakit kulit di sekujur tubuhnya. Di Puskesmas Kasukwe, katanya, tidak ada satu pun dokter. Sehingga ia tetap pergi ke Puskesmas Sarmi yang berjarak 15 kilometer dari rumahnya.
“Puskesmas Sarmi jadi harapan kami satu-satunya. Kalo bisa lebih lengkap dan pelayanan ditingkatkan, kami akan sangat tertolong,” ungkap Meki. (C Harseno)
|
saya sangat berterima kasi kepada Bapak Harun yang mana telah ...
Jayapura milik semua...siapapun dia..yg tali pusat putus di ja...
ayo persipura semangat trus jangan menyerah key.....n jangan ...
Kata motivasi semakin sering digunakan akhir-akhir ini. Ba...
sehubungan dengan berita mengenai dilema yang dihadapi oleh Ru...
haiii kk salam kenal yach lebih awal......k jujur aja sy penas...
saya sangat penasaran ketika mendengar novel ini dan merasa ba...
Saya setuju kalau bisa 11 kursi harus lebih banyak diisini kal...
Apa yang dikatakan saudara ones Yobe itu benar. Pelayanan publ...
bupati dorang kumpul supaya. jelas sekali, itu karena dong pun...
wau-wau dorang, maju terus e,,, jangan perna mundur. tuntut te...
om joe..pertamanya tahun 1998 di berita di selebaran yang saya...