|
Di Asmat, Ratusan Liter Miras Ilegal Dimusnahkan |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 08 February 2010 16:20 |
|
JUBI --- Sedikitnya 643,84 liter minuman keras illegal senilai lebih dari Seratus Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah dimusnahkan Polres Asmat, Senin (8/2). “Miras illegal ini hasil operasi satuan reserse kriminal Polres Asmat selama 1 bulan lebih,” ujar Kapolres Asmat, Yunus Wally, Senin.
Jenis miras yang terjaring sejak 19 Desember 2009 hingga 3 Februari 2010 merupakan hasil operasi keliling Polres Asmat. Operasi Natal dan Tahun Baru itu berhasil “mengarungkan” 644 botol/kaleng Bir Bintang senilai Lima Puluh Satu Juta lebih dan minuman lokal (milo) jenis Sopi sebanyak 495,6 liter dengan nilai Delapan Puluh Dua Juta Rupiah lebih.
Saat pemusnahan miras ilegal, dimusnahkan juga sebanyak 4 dus petasan senilai Enam Belas Juta Rupiah. “Para pemilik, pengedar atau penjual, ada yang tiap tahun sama, tetapi ada juga pelaku pengedar atau penjual yang baru,” kata Kapolres Wally. Kapolres menambahkan, ditemukan juga adanya bisnis miras illegal. Pelakunya telah ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Kapolres berharap ada Perda Miras di Kabupaten Asmat seperti di Manokwari, Papua Barat. “Manokwari mereka punya Perda Miras. Sehingga di sana peredaran miras sangat aman dan tertib,” bandingnya. (Willem Bobi)
|
saya sangat berterima kasi kepada Bapak Harun yang mana telah ...
Jayapura milik semua...siapapun dia..yg tali pusat putus di ja...
ayo persipura semangat trus jangan menyerah key.....n jangan ...
Kata motivasi semakin sering digunakan akhir-akhir ini. Ba...
sehubungan dengan berita mengenai dilema yang dihadapi oleh Ru...
haiii kk salam kenal yach lebih awal......k jujur aja sy penas...
saya sangat penasaran ketika mendengar novel ini dan merasa ba...
Saya setuju kalau bisa 11 kursi harus lebih banyak diisini kal...
Apa yang dikatakan saudara ones Yobe itu benar. Pelayanan publ...
bupati dorang kumpul supaya. jelas sekali, itu karena dong pun...
wau-wau dorang, maju terus e,,, jangan perna mundur. tuntut te...
om joe..pertamanya tahun 1998 di berita di selebaran yang saya...