Realitas Masyarakat Tabi di Papua Dalam Kajian Morfologi Cerita Rakyat

Teluk Youtefa - wisatapapua.com

Teluk Youtefa – wisatapapua.com

Oleh Ummu Fatimah Ria Lestari

Jayapura, Jubi – Tulisan singkat ini merupakan kado dalam rangka hari jadi Kota Jayapura yang ke-105. Namun, di dalamnya adalah bahasan tentang kebudayaan masyarakat Tabi secara representatif. Karena wilayah Kota Jayapura adalah salah satu dari wilayah kebudayaan Tabi.

Dalam Griapon, dkk (2012:viii) disebutkan bahwa wilayah Tabi adalah tempat di bagian utara Papua dalam Kota Jayapura ketika matahari muncul di ufuk timur lebih awal untuk seluruh Nusantara dan terbenam lebih awal untuk seluruh wilayah Indonesia lainnya. Sebutan Tabi berarti matahari yang bersemayam di Bukit Merhmoch Kotaraja Papua, sebutan ini digunakan oleh orang-orang Tobati dari Teluk Humboldt yang sekarang disebut Teluk Yos Sudarso. Istilah ini kemudian menyebar dalam suatu tentang waktu yang panjang hingga memunculkan sebutan untuk orang-orang ras Melanesia pada wilayah sungai antara sungai Mambramo di Papua dan sungai Sepik di Papua New Guinea.

Mengingat bahwa cerita rakyat merupakan salah satu dari produk kebudayaan. Maka dalam bahasan kali ini akan dipersempit menjadi bahasan tentang morfologi cerita rakyat. Telah kita ketahui bersama bahwa cerita rakyat tidak tercipta begitu saja. Cerita rakyat lahir sebagai karya sastra lisan yang estetis, serta mencerminkan cita-cita, angan-angan, dan peradaban masyarakatnya. Sebagai suatu produk, tentunya cerita rakyat ini tersusun atas komposisi teks dan isi. Seperti halnya struktur dan kultur, atau lapisan luar dan lapisan dalam. Menurut pemahaman sederhana saya, susunan struktur dan kultur itulah yang dapat diistilahkan sebagai morfologi untuk cerita rakyat. Karena di dalamnya terdapat narasi fungsi dan pelaku-pelaku, atau disederhanakan menjadi aksi dan pelaku.

Pages: 1 2 3