Gila

Ilustrasi

Ilustrasi

Oleh : Topilus B. Tebai

DARI AWAL aku memang mencurigai bahwa kegilaannya itu adalah buatan. Dia dahulu temanku sebangku saat kami di SMP YPPK Santo Fransiskus dari Asisi Moanemani. Aku memang kenal perempuan ini.

“Suanggi datang …” lalu semua pengunjung pasar tumpah berlarian masing-masing menjauh ke segala arah. Maria namanya, dia yang mereka takuti.

Aku lihat rambutnya yang acak-acakan. Pakaiannya lusuh dan kotor. Tampak dari sorot matanya, ia kurang istirahat. Wajahnya tegang. Seperti diperintah atasanku, aku bergegas menggerakkan kaki mendekati sahabat lamaku itu.

“Maria …”

Aku menegurnya. Dia tetap tidak mendengarku. Aku pikir, Maria mendengarku dan berpura-pura tidak mendengar.

“Maria…”
Dari dekat, aku memanggil namanya. Dia menoleh ke arahku. Aku kemudian menatapnya. Maria tersenyum menyeringai, memandang ke sekelilingnya, memaki dan mengutuk manusia-manusia di sekeliling kami yang mengutuki, mencaci dan memperlakukannya bagai binatang itu, dan kemudian dia lemas jatuh ke depanku.

Pages: 1 2 3 4 5 6