Cerpen : Senja Kelabu di Ataidimi

Noken berwarna hijau hitam, bertuliskan I Love You dengan benang putih. Ia memilih warna putih untuk I Love You, karena cintanya tulus. Dari lubuk hati yang paling dalam.

“Warna hijau, saya berharap, hubungan saya dengan dia langgeng terus sampai kami dua sah sebagai suami istri bahkan ajal memisahkan,” katanya berangan saat itu.

Tetapi..

Seminggu empat hari, Rina seorang diri di dalam hutan bersama dingin yang selalu datang, serta sunyi yang kini menjadi sahabatnya. Benar-benar sepi.

Para sahabatnya, Merry, Jenny dan Nika. Kedua adiknya kini jauh.. Jauh juga dari mamanya.

“Seandainya mereka ada, saya pasti akan kuat. Saya tidak seperti sekarang ini!”

Gunung Kemuge, menjadi rumah luasnya, dengan halaman luas yang indah nan sejuk.

Sejak hari pekan lalu, terpaksa harus keluar dari rumahnya. Rumah yang menjadi tempat segalanya bagi Rina bersama keluarganya.

“Anak, ko harus pergi cepat. Lari. Ingat, jangan ada orang yang ketahuan,” kata mamanya siang itu.

Mamanya hanya bisa menangis. Tidak bisa membantu lebih. Jika membantu, pukulan akan mendarat di tubuhnya. “Selagi masih ada matahari, harus pergi. Lari. Kalau ada orang yang tanya, bilang saja mau ke keluarga.” kata mama.

Pages: 1 2 3 4 5