Cerpen : Senja Kelabu di Ataidimi

Ia masih duduk disini. Memandangi indahnya lembah Kamuu dari Ataidimi. Lembah Kamuu tenang dan teduh. Suara anak-anak kecil dari kampung Puweta terdengar. Tidak ada senja yang indah. Mendung.

Senja kelabu. Hanya hitam dan putih yang nampak. Benar-benar kelabu. Entah hitam atau putih, tidak nampak secara jelas.

Rina, sejak umur masih belia, dia menjadi Wakaakeeke.

Sore ini, ia memutuskan untuk pulang. Pulang ke rumahnya. Keputusan senja kelabu dalam penuh gundah.

Semoga hari Senin besok, dia bisa pergi ke sekolah. Meraih bintang bersama Merry, Jenny dan Nika. Pastinya juga dengan Sonny.

“Bintang untukmu, Mama. Akan ku raih. Pasti itu,” gumamnya. (*)

 

Senja Kelabu, Wonosari – Malang, 02-07-2015

Keterangan :

*Waka oki-oki atau yang dalam penyebutannya Wakaakeeke, panggilan khusus kepada para perempuan Mee yang dipaksa kawin kepada orang yang sama sekali mereka tidak ada rasa cinta. Para wakaakeeke biasanya dipaksa oleh bapa dan para saudara laki-laki.Wakaakeeke akan mengasingkan diri. Jauh dari rumah dan kerabat sebagai bentuk protes.

 

 

 

 

Pages: 1 2 3 4 5