Revolusi dan Referendum Kanaki

Jayapura, Jubi – Revolusi bangsa Kanak yang dimulai sejak tahun 1880 memang sempat kendor. Namun setelah Perang Dunia II, gerakan kemerdekaan Kanak kembali mendapatkan momentum ketika PBB menempatkan Kanaky (sebutan untuk bangsa Kanak) dalam daftar Dekolonisasi wilayah Non-Pemerintahan pada tahun 1946.

Perkembangan besar terjadi ketika orang-orang Kanak dan para penduduk di Kaledonia Baru asal Perancis memperoleh hak suara pada tahun 1951 , tak lama sebelum menjadi wilayah luar negeri Perancis pada tahun 1956. Bangsa Kanak kemudian juga diizinkan untuk pindah dari kawasan cagar mereka. Hal ini diikuti oleh pembentukan Majelis Teritorial di tahun 1957. Namun Charles de Gaulle menghapuskan majelis ini setelah ia menjadi Presiden Perancis, pada tahun 1958.
Dukungan bangsa Melanesia pada bangsa Kanak menjadi momentum kembalinya semangat bangsa Kanak untuk membebaskan diri mereka dari kekuasaan kolonialisme Perancis. Bangsa Kanak akhirnya memiliki kesempatan untuk menentukan nasib mereka sendiri pada Referendum yang akan berlangsung pada tahun 2018 nanti. (*)

01Pejuang Kanak mendapatkan kehormatan sebagai figur di Kartu Pos Kaledonia Baru, sekalipun Perancis masih menguasai daratan Kanak.

Pages: 1 2 3 4 5