<
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. FAO berperan dalam keamanan dan kebersihan pangan Pasifik
  • Jumat, 13 Oktober 2017 — 08:14
  • 630x views

FAO berperan dalam keamanan dan kebersihan pangan Pasifik

FAO bekerja sama dengan pihak berwenang setempat dan pemangku kepentingan lainnya untuk menangani keamanan dan kebersihan pangan di Pasifik – PINA/Eriko Hibi

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Apia, Jubi – Berkembangnya isu kesejahteraan manusia di Samoa dan di seluruh negara-negara Kepulauan Pasifik lainnya telah menyebabkan meningkatnya perhatian yang diberikan terhadap kenaikan tingkat keamanan pangan dan gizi.

Konsumen, penjual makanan, restoran, universitas, hingga pemerintah lebih memperhatikan peran yang dapat mereka mainkan masing-masing untuk menjaga keamanan (makanan) kita.

Di Samoa, FAO telah bekerja dengan Scientific Research Organization of Samoa (Organisasi Riset Ilmiah Samoa) dan University of Queensland untuk mengurangi pangan yang hilang pasca panen dan risiko keamanan pangan dalam memproduksi dan memasarkan buah-buahan dan sayuran.

Penilaian resiko keamanan pangan, misalnya, dilakukan pada sayuran berdaun hijau seperti kubis, daun selada, kemangi, dan selada air dengan melakukan pengujian mikrobiologis untuk bakteri berbahaya seperti E.coli, L. monocytogenes dan Salmonella pada waktu-waktu yang berbeda mulai dari proses pemanenan hingga pembelian oleh konsumen.

Di kawasan Pasifik yang lebih luas, FAO berkontribusi memperkuat undang-undang mengenai keamanan pangan di negara-negara yang baru saja membentuk Undang-undang Pangan termasuk Kepulauan Solomon, Nauru, Tonga, Kiribati, Republik Marshall Islands dan Negara Federasi Mikronesia dengan memberikan kontribusi dalam bentuk keahlian teknis dan dukungan proses konsultasi nasional terkait penyusunan regulasi bidang pangan.

Peraturan-peraturan mengenai pangan ini termasuk pendaftaran tempat makanan untuk mendapatkan sertifikasi kebersihan, menunjukkan inspektur-inspektur pangan resmi, menginspeksi usaha-usaha bidang pangan, pemeriksaan kualitas makanan impor, persyaratan pemberian label pada makanan kemasan, pemberian tangga kadaluwarsa makanan, dan sistem untuk menangani penarikan pangan dan keluhannya.

Regulasi pangan tingkat nasional harus diterapkan untuk memastikan operasinya efektif dan, jika diperlukan, dapat didukung melalui kegiatan penegakan hukum untuk memastikan bahwa produsen dan pengangkut pangan dan penjualnya mematuhi peraturan keamanan pangan.

Langkah atau peraturan yang jelas seperti ini agar pelaku bisnis bidang pangan bertanggung jawab atas kebersihan makanan.

Kampanye menaikkan kesadaran pangan yang digabungkan dengan lokakarya kebersihan makanan dapat mengklarifikasi praktik higienis pangan yang aman bagi para operator.

FAO juga telah melakukan lokakarya dan pelatihan untuk para inspektur makanan tingkat nasional, seperti Petugas Kesehatan Lingkungan, untuk kebersihan bisnis pangan domestik dan juga untuk inspeksi makanan impor di perbatasan laut dan udara.

Organisasi ini juga telah bekerja dengan pihak berwenang yang bertanggung jawab atas administrasi keamanan pangan untuk memperkuat sistem inspeksi termasuk pelatihan inspektur, penyediaan manual dan alat untuk melaksanakan inspeksi, dan memberi saran mengenai sistem untuk pendaftaran tempat penjualan makanan dan pemantauan serta melaporkan riwayat tingkat kepatuhan setiap operator.

Atas permintaan bantuan teknis dari beberapa negara-negara, FAO menyediakan paket kegiatan untuk memperkuat keamanan pangan.

Di Tonga selama dua tahun terakhir, FAO telah bermitra dengan Kementerian Pertanian untuk memfasilitasi pembentukan Divisi Pangan, dan telah memberikan dukungan hukum dan memfasilitasi konsultasi nasional mengenai peraturan makanan, memberikan masukan teknis untuk regulasi pangan, dan amandemen Food Act, Undang-undang Pangan.

Memastikan keamanan dan kebersihan makanan jalanan

Awal tahun ini, di Kepulauan Solomon, FAO membantu pengembangan pedoman praktik higienis makanan jalanan, mengadakan lokakarya “Train for Trainer” (Pelatihan untuk Pelatih) dengan pihak berwenang lokal Honiara City Environmental Health Officers (Petugas Kesehatan Lingkungan Kota Honiara), dan lokakarya dengan para pedagang makanan jalanan.

Di Nauru dimana penjual makanan dan usaha katering makanan bertanggung jawab atas makanan di sekolah-sekolah, FAO memberikan dukungan dalam bentuk lokakarya praktik higienis yang baik dan sehat dalam mempersiapkan makanan dan menu makanan sehat dan bergizi di sekolah-sekolah dan menyediakan bahan-bahan makanan untuk pedagang makanan, anggota masyarakat, dan siswa sekolah.

FAO saat ini sedang mengembangkan sebuah program untuk memperkuat kebersihan pedagang makanan jalanan di Kiribati.

Akses ke laboratorium makanan yang terakreditasi dengan kapasitas untuk menguji komposisi pangan, kontaminan pangan, dan keamanan mikrobiologis pangan merupakan area yang semakin dikhawatirkan di Pasifik. FAO membantu Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional di Kepulauan Solomon mendapatkan akreditasi internasional ISO 17025 mengenai pengujian mikrobiologi pangan dan air untuk patogen yang menyebabkan penyakit yang dapat disebarkan lewat makanan.

Mengakui keragaman dalam sistem keamanan pangan di wilayah Pasifik dan sistem keamanan pangan nasional yang berbeda tingkat perkembangan berarti “pendekatan spesifik negara” untuk mengatasi keamanan pangan dijamin.

Dengan kata lain tidak ada satu solusi yang sesuai untuk semua negara.

Program FAO yang baru untuk negara-negara Kepulauan Pasifik selama lima tahun ke depan (2018-2022), setelah melakukan konsultasi ekstensif dengan empat belas negara di kawasan Pasifik, berhasil mengidentifikasi konsumsi pangan sehat yang aman dan bergizi yang menjadi area prioritas bagi banyak pemerintah.

Periode lima tahun kedepan yang baru ini merupakan kesempatan bagi pemerintah bekerja sama dalam kemitraan dengan FAO untuk mengembangkan dan mengimplimentasikan program yang dibuat secara spesifik untuk mencapai sistem pengendalian pangan yang kuat dengan memperkuat komponen yang teridentifikasi dan diprioritaskan dalam sistem keamanan pangan nasional.(Elisabeth C.Giay)

*Ditulis oleh Eriko Hibi, Koordinator Sub-regional FAO untuk Kepulauan Pasifik.

Reporter :PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Lahan terbatas, warga Port Moresby ganti metode pemakaman

Selanjutnya

Badan kesejahteraan Polinesia Perancis ke Pengadilan HAM

Komen Saya

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua