<
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Inilah isi Komunike KTT pertama ULMWP di Vanuatu
  • Sabtu, 09 Desember 2017 — 07:46
  • 7143x views

Inilah isi Komunike KTT pertama ULMWP di Vanuatu

Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai menyerahkan kunci Kantor ULMWP di Prot Vila, Vanuatu kepada Ketua dan Wakil Ketua ULMWP terpilih, Benny Wenda dan Octovianus Mote - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Sejak tanggal 27 November hingga 3 Desember 2017 para pemimpin West Papua berkumpul di Port Vila, Vanuatu untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertama United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). KTT ini kemudian melahirkan Komunike Pertama ULMWP yang akan dicatat sebagai sejarah babak baru perjuangan pembebasan bangsa dan rakyat West Papua menuju kemerdekaan politiknya.

Berikut ini adalah isi Komunike yang dirilis pada tanggal 3 Desember 2017 di Port Vila, Vanuatu.

1. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertama United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) diadakan di Port Vila, Vanuatu pada tanggal 27 November sampai 3 Desember 2017.

2. Pembukaan KTT diadakan di Kompleks Dewan Adat Malvatuamuri di Nakamal, Saralana. Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai menyampaikan pidato pembukaan yang disertai oleh Wakil Perdana Menteri Vanuatu, Joe Natuman. Hadir pula Menteri Pertanahan, Ralph Regenvanu, Sekretaris Parlemen / Utusan Khusus untuk West Papua, Jonny Koanapo dan Andrew Napuat. Upacara Pembukaan dilakukan dengan pengibaran Bendera Nasional Vanuatu diikuti dengan pengibaran bendera West Papua "Bintang Kejora" serta menyanyikan lagu "Hai Tanahku Papua" oleh seluruh pemimpin West Papua, delegasi dan kelompok pendukung. Upacara tradisional tarian selamat datang oleh para pemuda dari Malakula. Para Pemimpin kemudian berkumpul untuk pleno di gedung Nakamal.

3. KTT dipimpin oleh Komite Dewan ULMWP, Andy Ayamiseba, Ketua Koalisi Nasional untuk Pembebasan West Papua (WPNCL), Buchtar Tabuni, Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP) dan Mr. Edison Waromi, Perdana Menteri Pemerintah Federasi West Papua (NRFPB).

4. Pemimpin yang hadir termasuk perwakilan WPNCL, NPWP, NRFPB, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB), Dewan Militer Tentara Pembebasan Nasional (DM-TPNPB), Angkatan Darat Republik West Papua (TRWP), Dewan Adat West Papua (DAP), Organisasi Pembebasan West Papua (WPLO) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

5. Perwakilan dari Vanuatu Cultural Centre, Port Vila, Asosiasi Wanita Gembala Tongoa, Asosiasi West Papua Australia (AWPA), Komisi Keadilan dan Perdamaian Katolik Australia, Akademisi Internasional untuk West Papua-Australia, sebagai Pengamat KTT dan membahas pertemuan tersebut.

6. Pemimpin juga menyambut Tamu Khusus pada Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin ULMWP, Front de Liberation Nationale Kanak Socialiste (FLNKS), perwakilan MSG dan Solomon Island yang menghadiri pertemuan tersebut.

7. Pemimpin mempertimbangkan dan menyetujui Aturan dan Prosedur KTT Pimpinan ULMWP 2017.

8. Para Pemimpin juga mencatat bahwa ada permintaan kepada Komite Dewan untuk mengembangkan lebih lanjut prosedur dan kriteria untuk menilai aplikasi kelompok perlawanan West Papua yang belum berafiliasi pada keanggotaan ULMWP untuk dipertimbangkan.

9. Pemimpin juga mencatat bahwa Duta Besar MSG yang berbasis di PBB, Duta Besar Vanuatu, Duta Besar Kepulauan Solomon akan diminta untuk terlibat dalam konsultasi dengan Komite Dekolonisasi (C24) mengenai isu West Papua tentang permohonan West Papua untuk menentukan nasib sendiri menuju kemerdekaan politik.

10 Pemimpin setuju untuk terus bekerja sama, mengembangkan dan memelihara hubungan dengan 8 (Delapan) koalisi Pasifik untuk Papua Barat, MSG, PIF, ACP, CARRICOM, ACP-EU, dan semua kelompok pendukung West Papua mengenai isu hak West Papua untuk menentukan nasib sendiri menuju kemerdekaan politik.

11. Pemimpin mencatat sebuah pembaruan mengenai situasi di West Papua dan menyadari bahwa situasi hak asasi manusia semakin buruk, orang-orang Papua dan orang-orang Indonesia yang mendukung hak asasi manusia dan penentuan nasib sendiri West Papua ditangkap dan disiksa.

12. Sebagaimana disyaratkan oleh Aturan dan Prosedur, Sekretaris Jenderal menyampaikan Laporan Sekretariat 2014-2017 kepada para Pemimpin untuk pertimbangan dan persetujuan mereka.

13. Pemimpin mempertimbangkan dan menerima :

(I) Laporan Sekretaris Jenderal ULMWP tentang Kegiatan Sekretariat untuk Periode Kerja Pertama (2014-2017) memuat Laporan dari Tim Penghubung ULMWP di West Papua;

(II) Laporan oleh Komite Kerja ULMWP (Komite Ad Hoc);

(III) Rancangan Amandemen Anggaran Rumah Tangga organisasi;

(IV) Rancangan Peraturan organisasi;

(V) Rancangan Aturan dan Prosedur Keuangan;

(VI) Rancangan Kode Etik organisasi; dan

(VII) Rancangan Deskripsi Pekerjaan

14. Pemimpin mempertimbangkan dan kemudian mengadopsi Laporan Sekretaris Jenderal.

15. Pemimpin mempertimbangkan, mendiskusikan dan menyetujui hal berikut:

(I) Laporan Sekretaris Jenderal ULMWP tentang Kegiatan Sekretariat untuk Periode Kerja Pertama (2014-2017) yang memuat Laporan dari Tim Penghubung ULMWP di West Papua;

(II) Laporan oleh Komite Kerja ULMWP (Komite Ad Hoc);

(III) Rancangan Amandemen Anggaran Rumah Tangga organisasi;

(IV) Rancangan Peraturan organisasi;

(V) Rancangan Aturan dan Prosedur Keuangan

(VI) Rancangan Kode etik organisasi

(VII) Rancangan Deskripsi Pekerjaan

16. Sebagaimana diamanatkan oleh Hukum Acara dan prosedur pemilihan struktur baru Komite Eksekutif Kepemimpinan ULMWP untuk periode kedua dari Masa Kerja 2018-2021. Pemimpin yang ditunjuk adalah sebagai berikut:

Ketua: Benny Wenda

Wakil Ketua: Octovianus Mote

Sekretaris: Rex Rumakiek

Juru Bicara: Jacob Rumbiak

Bendahara: Paula Makabory

Anggota: Oridek Ap

17. Perayaan 1 Desember dan Upacara Penyerahan Resmi Gedung ULMWP dimulai dengan pawai yang dihadiri oleh pimpinan ULMWP, delegasi dari Papua Barat dan kelompok solidaritas dari Vanuatu, Kanaky, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Australia dan Inggris. Pawai diakhiri di Kantor Pusat ULMWP yang baru di Anabrou dimana Upacara Penyerahan secara tradisional diadakan.

Pidato pembuka disampaikan oleh Komite Unifikasi West Papua, Pastor Allen Nafuki, disusul oleh Wakil Perdana Menteri Vanuatu, Joe Natuman dan Perdana Menteri Carlot Salwai. Hadir juga Menteri Pertanahan, Ralph Regenvanu, Sekretaris Parlemen / Utusan Khusus untuk West Papua, Jonny Koanapo dan Andrew Napuat. Bendera Vanuatu dan West Papua dikibarkan bersama-sama dan lagu kebangsaan "Hai Tanahku Papua" dinyanyikan oleh semua pemimpin dan delegasi West Papua. Menteri Pertanahan, Regenvanu menyerahkan kunci gedung kepada Ketua ULMWP, Benny Wenda dan Wakil Ketua, Octovianus Mote. Bangunan ini dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Vanuatu. Setelah melakukan tur ke gedung tersebut, delegasi West Papua memberikan hadiah kepada pemerintah Vanuatu yang diterima dalam sebuah upacara tradisional Melanesia yang disambut oleh Ketua Dewan Adat Vanuatu.

Ketua ULMWP, Benny Wenda, menyampaikan kepada delegasi tentang keberhasilan KTT, komitmen baru untuk persatuan dan kekuatan yang tumbuh dalam gerakan di dalam West Papua dan juga kampanye solidaritas internasional. Pastor Peter Ranbel menyampaikan Doa Penutup yang kemudian dilanjutkan dengan Upacara Kava dengan Perdana Menteri dan Wakil Perdana Menteri sebagai penutupan upacara tradisional. (*)

Reporter :Victor Mambor
victor_mambor@tabloidjubi.com
Editor :
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Seratus ODHA di Jayapura terima bantuan Kemensos

Selanjutnya

Pesawat pembom Rusia kunjungi Biak dalam latihan militer

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua