<
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Pengurus baru PSSI Papua harus berani buat perubahan
  • Jumat, 12 Januari 2018 — 08:41
  • 4734x views

Pengurus baru PSSI Papua harus berani buat perubahan

Para calon ketua, wakil ketua dan anggota Komite Eksekutif yang bertarung di Kongres PSSI Papua ketika foto bersama sebelum pemilihan - Jubi/Jean Bisay
◕‿◕“Banyak program belum diwujudkan. Mohon pa Mano bersama jajarannya, bisa perhatikan kami pengurus dan klub-klub di daerah,” kata Gire.◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Rabu 10 Januari 2018, jam di hanpdhone sudah menunjukan pukul 16:15 waktu Papua. Suasana di ruang rapat Mamberamo, lantai 8 Hotel Yasmin Jayapura mulai hening.

Kurang lebih 100 orang peserta kongres Asosiasi provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua yang merupakan utusan Asosiasi kabupaten/kota, perwakilan klub, serta tamu undangan mulai harap-harap cemas.

Maklum, momen yang ditungu-tunggu sejak pagi telah tiba. Di barisan paling depan menghadap peserta, duduk berjajar dengan tertib tim Komite Pemilihan.

Frans Pekey, paling kanan. Sebelahnya Yotam Fonataba, ketua komite pemilihan. Sampingnya Parson Horota serta paling kiri, Daud Arim.

Di depan tim pemilihan tersedia satu kotak suara kosong di kanan, serta bilik untuk mencoblos di sebelah kiri. Situasi ini dirancang panitia mirip seperti Pilkada.

Menghadap komite pemilihan, duduk paling depan sebelah kanan dua kandidat ketua, Benhur Tomi dan Max Olua. Sebelahnya lagi Rocky Bebena.  Deretan sebelah kanan duduk tokoh olahraga Papua, La Siya bersama Yustince Mebri, tokoh Galanita Papua.

Yotam Fonataba menjelaskan tata cara pemilihan kepada semua voter (pemilih).  Daud Arim mulai memanggil nama satu per satu dan Frans Pekey bertugas membagikan kertas suara. Kerjasama tim yang sangat apik.

Athanasius Koknak, dari klub Persibodi Boven Digoel menjadi voter ke-29 selesai memasukan surat suara dilanjutkan perhitungan.

Proses pemilihan hingga perhitungan suara disaksikan saksama Dirk Soplanit, anggota Komite Eksekutif PSSI Pusat. Ia hadir mengikuti kongres mewakili ketua umum Edy Rahmayadi.

Hasil pertandingan pertama Benhur Tomi Mano (BTM) mendapat dukungan 21 suara dan Max Olua 8 suara.

Tak kalah sengit pertandingan kedua. Steve Dumbon (mantan wartawan RCTI) lawan Rocky Bebena (mantan wartawan Cenderawasih Pos). Skor perolehan suara (25-4) buat kemenangan Rocky Bebena.

Terakhir tiga anggota komite eksekutif (Exco). Dari lima calon, Yustince Mebri mendapat dukungan 19 suara. Pieter Kalakmabin (Persigubin Pegunungan Bintang) 18 suara dan Nico Dimo (Persimi Sarmi) 14 suara.

BTM sah terpilih kembali memimpin PSSI Papua bersama Rocky Bebena dibantu Yustince Mebri, Piter Kalakmabin dan Nico Dimo. Mereka segera menyusun kepengurusan PSSI Papua periode 2017-2021.

Wakil klub Persipuja kabupaten Puncak Jaya, Eretius Gire berharap, terpilihnya BTM bisa membawa perubahan bagi persepakbolaan Papua. Selama ini, kata Gire klub maupun Askab kurang diperhatikan, baik dalam pembinaan maupun sumber daya manusia (SDM).

“Banyak program belum diwujudkan. Mohon pa Mano bersama jajarannya, bisa perhatikan kami pengurus dan klub-klub di daerah,” kata Gire.

Yustince Mebri, tokoh sepak bola perempuan menambahkan, banyak pekerjaan rumah menunggu pengurus baru.

Sepak bola dan futsal di PON 2020 memperebutkan empat medali emas. Tambahan medali dari sepak bola putri dan futsal putri.

“Amanah dan tugas kita mempersiapkan tim yang solid dan kuat. Kita wajib kawinkan medali emas,” katanya.

Dari 28 Asosiasi kabupaten (Askab), 17 diantaranya belum terbentuk. Ini menjadi pekerjaan rumah. Klub maupun Askab mendesak mulai tahun ini kompetisi yang digelar berdasarkan wilayah adat.

Semua keluhkesah, masukan dan perubahan yang diinginkan semua pelaku sepak bola. BTM mengatakan, pengurus baru siap akomodir dan dikerjakan bersama-sama.

“Sepak bola adalah harkat dan martabat kami orang Papua. Kami siap memberi perubahan tapi juga prestasi,” katanya.

Arnold H. Glasow mengatakan, seorang pemimpin yang baik mengambil sedikit lebih banyak daripada bagiannya dari kesalahan, sedikit kurang dari bagiannya dari kredit.

Dalam kehidupan, seperti dalam sepak bola, anda tidak akan pergi jauh kecuali jika anda tahu di mana tiang gawang tersebut berada. Jadikan hidupmu sebagai misi - bukan istirahat. (*)

Reporter :Jean Bisay
Editor :
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Galanita dan Futsal putri masuk agenda PON 2020

Selanjutnya

Roland Mandowen dan Jhonila Puhili gabung Perseru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua