<
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BI: Pilkada siapkan uang Rp 3 triliun 
  • Rabu, 21 Februari 2018 — 12:00
  • 536x views

BI: Pilkada siapkan uang Rp 3 triliun 

Gubernur Papua, Lukas Enembe, menyaksikan penandatanganan naskah dana hibah daerh (NDHD) untuk Pilgub Papua 2018 oleh Kapolda Papua, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar, beberapa hari silam – Jubi/Alex
◕‿◕“Ada prediksi peredaran uang akan meningkat. Peningkatan ekonomi dibutuhkan masyarakat atau pihak tertentu akan meningkat. Artinya, Bank Indonesia siap uang tunai oleh perbankan, berapapun jumlahnya kita siapkan,” kata Supratikto, kepada wartawan, Selasa (20/2/2018).◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Kepala Kantor Perwakilan  (KPw) Bank Indonesia Provinsi Papua, Joko Supratikto, memprediksi adanya peningkatan kebutuhan uang kartal di momen Pilkada di Provinsi Papua. 

“Ada prediksi peredaran uang akan meningkat. Peningkatan ekonomi dibutuhkan masyarakat atau pihak tertentu akan meningkat. Artinya, Bank Indonesia siap uang tunai oleh perbankan, berapapun jumlahnya kita siapkan,” kata Supratikto, kepada wartawan, Selasa (20/2/2018).

Bank Indonesia menyiapkan sekitar Rp 3 triliun untuk pilkada tahun ini. Angka ini lebih besar jika dibandingkan kebutuhan normal tiap bulan yakni Rp 2 trliun.

“Ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan momen Natal dan bahun baru atau Lebaran, yang membutuhkan sekitar Rp 5 triliun,” katanya.

Meskipun diakuinya penggunaan uang nontunai itu akan lebih mudah karena terlacak dan faktor risiko keamanan akan lebih terjamin. 

“Nontunai tak hanya digunakan untuk membayar proyek-proyek pemerintah akan tetapi arus uang masuk juga diharuskan menggunakan uang nontunai,”ujarnya. 

Dikutip dari Tirto.id, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengatakan Pilkada 2018 akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dengan adanya belanja partai politik.

"Orang bikin kaos, orang buat kampanye, sektor-sektor kecil itu ada pertumbuhan yang bagus. Harusnya begitu," ujarnya di Bank Indonesia, Jakarta. 

Menurut dia, pilkada serentak selama ini memiliki kecenderungan berbiaya besar. Meski dari segi penyelenggaraan politik elektoral hal ini tidak efisien, Tjahjo menilai dampaknya bisa positif untuk ekonomi daerah. 

"Pilkada serentak itu justru yang kami tangkap tidak efisien (anggarannya), semakin tinggi biayanya dibandingkan pilkada satuan. Dengan pilkada serentak harusnya (biaya) semakin kecil, tetapi enggak. Malah semakin besar biayanya. Jadi harusnya semakin tumbuh (ekonomi daerah)," kata Tjahjo. 

Supervisor Marketing PT Hasjrat Abadi, Marke Wanget, masih optimis penjualan mobilnya akan tak terpengaruh dengan adanya momen pilkada yang akan digelar di provinsi paling timur Indonesia.

“Kami yakin masih ada penjualan Toyota,” ujarnya. (*)

Reporter :Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Marak uang palsu, BI gencarkan sosialisasi

Selanjutnya

BI sosialisasikan Gerbang Pembayaran Nasional

Komen Saya

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua