<
Show/Hide
  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Problem sampah di kota Dekai Yahukimo
  • Rabu, 21 Februari 2018 — 13:02
  • 1512x views

Problem sampah di kota Dekai Yahukimo

Sampah menumpuk di jalan Raja Bandara menuju Perumahan Medis di RSUD Dekai – Jubi/ Piter Lokon

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Ismail Keikera, warga Kota Dekai, kesal dengan sampah yang bertebaran di mana-mana. Pemandangan kota yang dijuluki ‘seribu seratus jembatan’ itu rusak oleh sampah yang bertumpuk di got, jalan, hingga kali.

“Orang yang tinggal di Dekai tidak menyadari buang sampah pada tempatnya, seperti pembalut, popok bayi, botol, plastik, dan kaleng-kalengan dibuang sembarangan di kali dan jalan,” katanya kepada Jubi, Jumat, 9 Februari 2018.

Sampah yang menumpuk di lokasi-lokasi umum ini, kata Keikera, berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Penderita penyakit paru-paru saya lihat meningkat, sampah menjadi sarang nyamuk yang bisa menyebabkan malaria, lalat biru hinggap pada makan kita juga bisa menyebabkan penyakit,” ujarnya.

Keikera berharap pemerintah daerah serius menangani sampah di ibukota Kabupaten Yahukimo tersebut. Sebab kebersihan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Ia menyarankan agar Dinas Kebersihan Kabupaten Yahukimo membuat lahan khusus untuk pembuangan sampah.

“Kalau Pemkab Yahukimo kesulitan mencari lahan seharusnya ada komunikasi untuk kerja sama dengan masyarakat adat Momuna. Harapan kami terhadap pemerintah untuk mengatasi sampah seperti itu,” kata Keikera, yang juga kepala suku besar Momuna.

Keikera yang terpilih sebagai kepala suku besar Momuna untuk periode 2014-2022 melalui Konferensi Masyarakat Adat Momuna mengatakan sudah membuat Peraturan Masyarakat Adat Momuna yang melarang masyarakat adat tidak boleh membuang sampah di kali.

Ia menjelaskan, suku Momuna dari dulu hidupnya di pohon. Jika membuang sampah dibuat dulu tempat khusus baru kemudian dibuang di sana. Tujuannya agar tidak membuang sampah ke kali yang jika hujan bisa tersumbat menyebabkan banjir.

“Jika ada yang buang sampah sembarangan, pertama dilarang, kedua ditegur, ketiga didenda, dan jika masih melawan maka masyarakat adat akan panah,” katanya.

Ia juga berharap Dinas Kebersihan bergerak cepat membersihkan sampah-sampah di got. Sebenarnya, tambah Keikera, wakil bupati pernah memimpin pembersihan sampah yang juga melibatkannya beberapa waktu lalu. Namun tetap masih banyak sampah yang belum bisa ditanggulangi.

James, warga Dekai yang juga pengusaha Warung Internet (Warnet) Baliem-Net, mengatakan pengelolaan sampah di Yahukimo belum baik. Sebab fasilitas penampungan sampah dan truk sampah sangat minim.

“Sampah-sampah di Yahukimo kayaknya belum terkelola karena belum ada mobil pengangkut sampah, sehingga kami juga mengalami kesulitan mau buang sampah di mana dan mobil sampah juga tidak ada,” katanya.

Untuk pengelolaan sampah rumah tangga dan tempat usahanya, biasanya James menyediakan tempat sampah, kemudian membakar yang kering dan membuang begitu saja sampah basah jauh dari rumah. Hal itu dilakukan meskipun ia menyadari membuang sampah seperti itu bisa berbahaya bagi kesehatan dan bisa menjadi tempat bersarang nyamuk.

“Saya berharap pemerintah menyediakan truk sampah supaya bisa mengangkut sampah-sampah di kota Dekai,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo Lewi Yando kepada Jubi menyelaskan, persoalan penanganan sampah di Yahukimo terkait dengan sumber daya manusia-nya.

“Publik Yahukimo sangat tergantung kepada SDM, yaitu bidang yang mengelola sampah, tempat pembuangan kotoran ke mana, ternyata tidak dilaksanakan,” katanya.

Yang fatal, tambahnya, di Dekai warganya menggunakan ‘air mati’ (sumur) dengan lingkungan yang tidak teratur karena belum ada program pelurusan sungai.

“Sebelumnya saya pernah mengusulkan ke Bappeda untuk melakukan normalisasi sungai dan membuat air terjun serta membuat bendungan, lalu mengalirkan airnya ke kali besar, sebab ketika banjir air meluap ke kota, tetapi usul saya tidak diterima,” katanya.

Jika normalisasi kali besar dan kali kecil tidak dilakukan, tambahnya, ketika penduduk bertambah padat maka saat hujan kota bisa terendam banjir. Jika banjir sampah akan bermunculan, termasuk sampah medis bekas operasi atau obat-obatan berbahaya. Sampah-sampah tersebut akan menimbulkan penyakit.

Kepala Distrik Dekai yang menangani kebersihan lingkungan dan sampah di ibukota Kabupaten Yahukimo, Ruth Ayomi, mengatakan sejak 2016 sampai saat ini sampah Dekai ditangani Distrik Dekai.

Penanganan kebersihan sampah di Kabupaten Yahukimo, katanya, mengalami kendala karena daerahnya luas dan jumlah kendaraan terbatas, sehingga karyawan juga disesuaikan.

“Dalam menangani kota Dekai agar bersih mengalami kendala karena truk hanya satu, sedangkan sampahnya banyak dengan lokasi kerja ada 12 titik,” kata Ayomi kepada Jubi.

Ke 12 titik tersebut adalah jalan Kurima, jalan Masi, Seradala, Pasar Lama, Pasar Baru, Telkomsel, jalan Sosial, jalan Pemukiman, Ruko Blok A, B, C, jalan Paradiso, jalan SMK, jalan Gunung, dan Barak Pemda seperti rumah sakit, Eselon, dan lainnya.

“Jadi tidak cukup hanya satu truk dengan pengangkutan sampah pada pagi hari mengambil di pinggir jalan,” ujarnya.

Menurutnya, fasilitas truk dengan bak sampah mesti ditambah menjadi tiga atau empat unit, ehingga truk tinggal mengangkat bak sampah karena sampahnya banyak.

“Kalau ada bak sampah yang diletakkan di tempat-tempat umum masyarakat akan mudah membuang sampah ke sana,” ujarnya.

Sebagai jalan keluar, kata Ayomi, 2018 ini pihaknya sudah mengajukan penambahan truk, tenaga, dan honor tenaga. Bahkan juga melaksanakan program Kota Dekai yang bersih.

“Hanya saja orang yang sudah mengerti juga masih buang sampah sembarangan,” keluhnya. (*)

Reporter :Piter Lokon
Editor : Syofiardi
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pasar Mama Mama setelah 14 tahun

Selanjutnya

Peredaran senjata api dan amunisi di Papua, siapa dalangnya?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Object moved

Object moved to here.

wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat