<
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Sebelas bahasa daerah punah, Saponi dari Papua kategori kritis
  • Rabu, 21 Februari 2018 — 15:46
  • 790x views

Sebelas bahasa daerah punah, Saponi dari Papua kategori kritis

Ilustrasi Koordinator Pemetaan Bahasa, Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Yohanis Sanjoko menunjukan salah satu kamus dwibahasa Papua – Jubi/Roy Ratumakin.
◕‿◕"Di Papua, baru 380 bahasa yang berhasil kami identifikasi tapi itu juga belum berhasil karena bisa jadi antara satu pulau dengan yang lain tidak saling memahami. Berbeda dengan di Jawa, meski berbeda tapi bisa saling memahami," kata Dadang Suhendar pada Gelar Wicara dan Festival Tunas Bahasa Ibu di Jakarta, Rabu (21/2/2018). ◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan baru berhasil mengidentifikasi 380 bahasa daerah di Papua.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Suhendar mengatakan, identifikasi ini baru pada tahap awal saja, karena belum tentu bisa langsung diklaim sebagai bahasa yang dikenal oleh semua suku di Papua, berkaitan dengan demografi wilayah dan bahasa asli masing-masing.

"Di Papua, baru 380 bahasa yang berhasil kami identifikasi tapi itu juga belum berhasil karena bisa jadi antara satu pulau dengan yang lain tidak saling memahami. Berbeda dengan di Jawa, meski berbeda tapi bisa saling memahami," kata Dadang Suhendar pada Gelar Wicara dan Festival Tunas Bahasa Ibu di Jakarta, Rabu (21/2/2018). 

Dadang mengatakan, sejauh ini BPPB baru berhasil mengidentifikasi dan mendokumentasikan 652 bahasa daerah dari 2.452 daerah pengamatan.

"Target kami selesai identifikasi pada 2019," ujar Dadang meyakinkan.

Dikatakannya, masih banyak bahasa daerah yang belum berhasil teridentifikasi seperti di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Menurut dia, untuk daerah yang memang bahasa daerahnya belum teridentifikasi memang bahasa Indonesia yang akhirnya menjadi jembatan komunikasi.

Lebih lanjut Dadang menjelaskan, dari 652 bahasa daerah yang sudah teridentifikasi dan dipetakan, baru 71 bahasa yang direvitalisasi sejak 2011 hingga 2017.

Selain itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga telah mengklasifikasikan status bahasa daerah yaitu 19 bahasa aman, 16 bahasa stabil, dua bahasa mengalami kemunduran, 19 bahasa terancam punah, empat bahasa kritis dan 11 bahasa telah punah.

Bahasa yang punah tersebut berasal dari Maluku yaitu bahasa daerah Kajeli/Kayeli, Piru, Moksela, Palumata, Ternateno, Hukumina, Hoti, Serua dan Nila serta bahasa Papua yaitu Tandia dan Mawes.

Sementara bahasa yang kritis adalah bahasa daerah Reta dari NTT, Saponi dari Papua dan dari Maluku yaitu bahasa daerah Ibo dan Meher. (*)

Reporter :ANTARA
Editor : Edho Sinaga
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Lima Kabupaten di Papua endemis tinggi malaria

Selanjutnya

Peralihan SMA/SMK lamban, pendidikan di Papua terancam

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell