<
Show/Hide
  1. Home
  2. Opini
  3. Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi: Tantangan Pemimpin Baru Kabupaten Biak Numfor
  • Rabu, 28 Maret 2018 — 06:37
  • 6421x views

Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi: Tantangan Pemimpin Baru Kabupaten Biak Numfor

Peta Kabupaten Biak Numfor - wikipedia
◕‿◕ Janji-janji yang diucapkan pada masa kampanye sebaiknya tak hanya ucapan manis untuk menarik simpati dari pemilih, namun juga menjadi tanggung jawab yang harus dilaksanakan ketika terpilih nanti.◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Oleh : Eka Purwanti, SST

TAHUN 2018 merupakan tahun politik dimana akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada bulan Juni nanti. Rakyat di beberapa daerah di Indonesia akan memilih kepala daerah yang baru, tidak terkecuali di Kabupaten Biak Numfor. Aroma pilkada telah terasa sejak penghujung tahun 2017 dengan bertebarannya baliho-baliho, spanduk, dan poster para bakal calon bupati dan wakil bupati. Namun, pada akhirnya terpilih 3 pasangan calon (paslon) yang akan bertarung pada perhelatan pesta demokrasi di Biak Numfor nanti.  Pada tanggal 26 Februari 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama tiga pasangan calon Bupati Biak Numfor, menggelar deklarasi kampanye damai Pilkada 2018. Ketiga pasangan tersebut adalah Andreas Msen- Yustinus Noriwari (Senior), Herry Ario Naap-Nehemia Wospakrik (Han-New), dan pasangan Nicodemus Ronsumbre -Akmal Bachri (Normal). Penyelenggaraan pilkada merupakan salah satu perwujudan sistem demokrasi yang dianut oleh NKRI. Dengan adanya partisipasi rakyat dalam pemilihan kepala daerah, diharapkan akan diperoleh kepala daerah yang berkualitas, berintegritas, dan dapat mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Pada hakekatnya, menjadi pemimpin tak sekedar tentang memiliki kekuasaan semata, namun yang paling penting, bagaimana seorang pemimpin dapat mengemban amanah yang telah dipercayakan oleh rakyat yang dipimpinnya. Pemimpin merupakan amanah yang diberikan oleh Tuhan kepada seseorang untuk melaksanakan tanggung jawabnya melayani yang dipimpin.  Janji-janji yang diucapkan pada masa kampanye sebaiknya tak hanya ucapan manis untuk menarik simpati dari pemilih, namun juga menjadi tanggung jawab yang harus dilaksanakan ketika terpilih nanti. Tak dapat pula dihindari tantangan yang akan dihadapi oleh pemimpin baru, baik itu meneruskan program yang telah terlaksana dengan baik oleh pemerintahan periode sebelumnya, maupun memperbaiki hal-hal yang dirasa kurang demi kemajuan daerah.

Dalam perencanaan pembangunan selanjutnya, sebaiknya pemerintah yang akan datang mengacu pada data-data yang faktual agar pembangunan yang dilaksanakan dapat tepat sasaran. Sebagai bahan evaluasi, dalam kurun waktu 3 tahun (2014-2016) Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Biak Numfor semakin meningkat, bahkan pada tahun 2016, IPM Biak Numfor menduduki peringkat ketiga tertinggi di Papua setelah Kota Jayapura dan Kabupaten Mimika, yaitu sebesar 71,13. Angka ini jauh di atas IPM Provinsi Papua yang sebesar 58,05. Hal ini menunjukkan keberhasilan pemerintah periode sebelumnya dalam rangka meningkatkan kualitas manusia di Kabupaten Biak Numfor. Keberhasilan ini didukung dengan angka rata-rata lama sekolah yang mencapai 9 tahun untuk penduduk Biak, yang berarti rata-rata penduduk di Kabupaten Biak Numfor mengenyam pendidikan hingga level SMP atau telah lulus program pendidikan dasar 9 tahun. Persentase penduduk miskin pun semakin berkurang selama kurun waktu 2014-2017. Pencapaian yang baik oleh pemerintahan periode sebelumnya ini patut mendapat apresiasi dan menjadi tanggung jawab pemimpin yang baru untuk dapat mempertahankan dan meningkatkannya. Namun, berbanding terbalik dengan IPM dan persentase penduduk miskin, jumlah pengangguran di Kabupaten Biak Numfor semakin meningkat bahkan menempati urutan tertinggi kelima di Papua pada tahun 2015. Tercatat tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Biak pada tahun 2015 sebesar 10,08 persen dimana sebagian besar pengangguran tersebut justru yang memiliki pendidikan tinggi (SMA dan sarjana). Permasalahan lain yang memerlukan perhatian adalah pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Biak pada 2015-2016 yang mengalami perlambatan. Walaupun secara umum perekonomian Biak terus tumbuh secara positf, namun angka pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya cenderung menurun. Pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi di Biak dapat mencapai 7,02 persen namun pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Biak hanya  4,07 persen.

Peningkatan angka IPM yang juga berbanding lurus dengan peningkatan angka pengangguran perlu mendapat evaluasi dan penanganan serius oleh pemimpin baru Kabupaten Biak Numfor. Mengapa di saat tingkat pendidikan penduduk meningkat, tingkat pengangguran ikut meningkat? Hal ini secara eksplisit menyatakan bahwa tidak cukup lapangan kerja tersedia di Biak untuk menampung para pengangguran terdidik ini. Dengan tingkat pendidikan yang mumpuni, orang pun berharap dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan status sosialnya. Stigma masyarakat kita masih memandang bahwa menjadi ASN, bekerja di kantor sebagai pegawai atau karyawan yang berangkat pagi-pulang sore dengan pakaian rapi adalah pekerjaan yang ‘sesungguhnya’. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan oleh pemerintah adalah dengan mengarahkan dan memfasilitasi warga Biak Numfor untuk dapat berwira usaha. Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa ‘berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rejeki’ , yang berarti bahwa peluang untuk memperoleh penghasilan lebih besar dalam sektor perdagangan. Perlu diketahui pula bahwa sektor perdagangan merupakan sektor  penyumbang terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi Biak pada tahun 2016 setelah sektor pertanian. Pemberian pelatihan dan kursus keterampilan oleh dinas terkait dapat dilakukan sebagai usaha untuk mengembangkan kreatifitas dan menggali potensi yang dimiliki masyarakat. Adanya forum jual beli online lokal, seperti melalui grup di media sosial seperti Facebook dapat dimanfaatkan oleh para pedagang yang mengalami kesulitan dalam penyediaan tempat usaha dan juga mempermudah dalam pemasaran produk. Diharapkan dengan peningkatan jumlah wira usahawan dapat menekan angka pengangguran di Kabupaten Biak Numfor dan membantu meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi di Biak Numfor.

Selain sektor perdagangan, menggenjot sektor pertanian merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi di Biak Numfor. Selama beberapa tahun terakhir, sektor ini merupakan penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dan menyerap banyak tenaga kerja di Biak walaupun pada tahun 2016 sektor ini mengalami pertumbuhan yang negatif. Penyuluhan dan pendampingan pasca penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan produktifitas petani selain pemberian bantuan sarana pertanian. Selain itu, evaluasi dan perbaikan dalam pengelolaan keuangan daerah juga perlu dilakukan agar dana APBD dapat digunakan sebagaimana mestinya untuk kemaslahatan rakyat Biak Numfor.

Perhelatan pemilihan kepala daerah tidak berhenti pada saat terpilihnya kepala daerah yang baru. Namun, justru di situ lah titik awal dari pembangunan suatu daerah selama 5 tahun ke depan. Semoga siapa pun yang nantinya akan memimpin kota karang ini akan membawa kemajuan dan kemakmuran masyarakatnya. (*)

Penulis adalah Statistisi Ahli Pertama di Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor

Reporter :Admin Jubi
Editor : Kyoshi Rasiey
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kontroversi pembangunan menara Masjid Al-Aqsha di Kabupaten Jayapura : Sebuah observasi awal

Selanjutnya

Kecurangan dan manipulasi mengancam integritas komisioner pemilu

Komen Saya

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua