Object moved to here.

Papua | JWW: sistem Noken diskriminasi OAP
<
Show/Hide
  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. JWW: sistem Noken diskriminasi OAP
  • Senin, 18 Juni 2018 — 20:01
  • 868x views

JWW: sistem Noken diskriminasi OAP

 Sistem noken yang digunakan dalam pilkada dan pemilu di salah satu kabupaten di pegunungan tengah Papua-Jubi/Dok.
◕‿◕"Seolah-olah kita ini tertinggal dan terbelakang"◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo (JWW) menilai sistem noken yang selama ini telah digunakan dalam proses pemilihan kepala daerah maupun legislatif,  sama sekali tidak memberikan pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat.

Malah menurut JWW, sistem  tersebut cenderung  mendiskriminasikan orang asli Papua sendiri. “Seolah-olah kita ini tertinggal dan terbelakang. Saya orang yang paling tidak sepakat dengan sistem noken ,” kata JWW sapaan karabnya menjawab pertanyaan Jubi, Senin (18/6/2018) di Jayapura.

Kata JWW, berbicara masalah sistem noken tergantung penilaian orang masing-masing. Berbicara soal pemilihan kepala daerah sesuai dengan undang-undang adalah bebas, umum dan rahasia. Tetapi kalau menggunakan sistem noken, rahasianya yang tidak ada.

“Kenapa tidak rahasia karena ketika masyarakat masuk ke dalam kotak suara untuk mencoblos memang kita tidak tahu nomor berapa yang dicoblos, namun ketika kertas suara tersebut dibawa ke noken,  itu  sudah ketahuan karena di noken tersebut sudah diberikan tanda, apabila mencoblos nomor urut 1 makan akan diisi ke noken 1. Begitupun sebaliknya,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap ke depan  sistem noken  harus dihilangkan. Menurutnya  potensi konflik terbesar dalam Pilkada di Papua, juga disebabkan oleh sistem noken tersebut.

Terkait dengan sistem tradisional itu, JWW menghawatirkan kampung-kampung yang jauh tidak bisa dijangkau. Akan ada indikasi permainan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan pencoblosan sendiri, tanpa memberikan hak  masyarakat tersebut.

“Sistem noken ini adalah pembelajaran demokrasi yang tidak bagus. masak dari tahun ke tahun kita dianggap tertinggal dengan daerah lain di Indonesia. Kita harus semakin berkembang,” katanya.

Senada dengan JWW, Komisi pemilihan umum (KPU)  Kabupaten Yalimo, Yanes Alitnoe pun menolak sistem Noken untuk pemilihan Gubernur dan wakil gubernur Papua 2018 maupun pemilihan presiden dan anggota legislatif 2019. Menurutnya sistem noken telah melanggar hak konstitusi warga negara.

“Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019 di dalamnya mengandung atau dimaknai Pemilu sebagai hak asasi manusia, sehingga seseorang berhak menyalurkan hak politiknya sesuai dengan pilihan hati nurani tanpa paksaan,” kata Yanes Alitnoe belum lama ini.

Menurut Alitnoe, sistem noken dalam pemilihan umum tidak boleh terjadi, karena hak seseorang dimarginalkan. Sebagai putra daerah, ia menolak sistem itu diberlakukan di Yalimo maupun di pegunungan tengah Papua. “Sistem itu harus dihilangkan,” ujarnya.

Sebelumnya, menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, Adam Arisoy mengatakan sebanyak 2.179 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di beberapa kabupaten di Papua akan menggunakan sistem Noken dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur 27 Juni 2018 mendatang.

Dari data yang dihimpun pihaknya ada beberapa daerah yang dulunya TPS-nya menggunakan sistem Noken namun setelah dilakukan pemutakhiran data,  kini sistem itu tidak lagi digunakan.

"Yang paling signifikan ada di Kabupaten Jayawijaya. Dari 581 TPS di kabupaten tersebut kini sudah ada 379 TPS yang sudah tidak menggunakan sistem Noken. Kabupaten Paniai dari 295 TPS tinggal tujuh TPS yang menggunakan sistem Noken. Ini merupakan sebuah langkah maju dari pihak penyelenggara dan juga masyarakat setempat tentang pentingnya hak suara mereka," kata Arisoi.

Pihaknya mencatat masih ada sembilan kabupaten yang masih menggunakan sistem Noken. Yakni Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Lanny Jaya,  Nabire, Paniai, Deiyai, Intan Jaya, Jayawijaya, dan Kabupaten Nduga. (*)

 
Reporter :Roy Ratumakin
Editor : Syam Terrajana
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pasangan JOSUA akan kampanye terakhir di lapangan PTC Entrop

Selanjutnya

Panwaslu Nabire petakan TPS rawan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua