<
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. PHRI akui belum terdampak kenaikan Dollar
  • Selasa, 17 Juli 2018 — 12:31
  • 361x views

PHRI akui belum terdampak kenaikan Dollar

Ilustrasi kegiatan di sebuah hotel – Jubi/Sindung
◕‿◕"Sementara ini belom ada dampaknya untuk perhotelan di Papua dengan dollar yang berfluktiasi," ujar Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Papua, Sahril Hasan, melalui WhatsApp pribadi, Selasa (17/7/2018).◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Melemahnya nilai tukar dolar Amerika terhadap nilai tukar rupiah belum mempengaruhi bidang perhotelan di Papua.

"Sementara ini belom ada dampaknya untuk perhotelan di Papua dengan dollar yang berfluktiasi," ujar Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Papua, Sahril Hasan, melalui WhatsApp pribadi, Selasa (17/7/2018).

Ia mengiyakan bahwa dampak atas kenaikan nilai dollar atas rupiah akan mempengaruhi harga barang dan itu juga akan mengikuti harga pasar.

"Prosentasenya sekitar 15 sampai 20 persen. Mudah-mudahan secepatnya pemerintah bisa mengatasi. Karena nilai dollar secara global akan mempengaruhi perdagangan dunia," ujarnya.

General Manager Front One Hotel, Aziz Santoso, mengemukakan bahwa pihaknya belum menghitung dari penerimaan pendapatan di bulan Juli.

"Pengaruhnya terhadap bahan baku dan barang yang lainnya, tapi kita akan lihat lagi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) bulan Juli dan di situ akan kita lihat ada pengaruh antara naiknya nilai dollar atau naik turunnya okupansi," ujarnya.

Meski diakuinya di bulan Juni lalu okupansi hotelnya mengalami penurunan sebesar 49 persen akibat banyaknya libur panjang tetapi ini belum bisa dilihat sebagai akibat pengaruh dollar.

"Low season pada bulan Juni akan tetapi kami confidence terhadap okupansi bulan Juli yang sudah naik 89 hingga 90 persen," ujarnya.

Aziz mengakui belum melihat secara signifikan ada pengaruh kenaikan dolar Amerika terhadap bisnisnya.

"Lagi-lagi kita akan hitung secara komprehensif akan tetapi sejauh ini belum terasa signifikan kalaupun terasa tentunya akan berpengaruh terhadap penurunan okupansi, dengan itu bisa tak bisa men-judge sebab semua harus dilihat seperti dari costing, Harga Pokok Penjualan (HPP),dan laba counter," katanya. (*)

Reporter :Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kendati pegawai sendiri, BPJS Ketenagakerjaan tetap beri layanan maksimal

Selanjutnya

Semester I 2018, penerimaan pajak DJP Maluku baru 27 persen dari target

Komen Saya

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua