<
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Pudarnya “Samba Yosim” di Persipura
  • Kamis, 19 Juli 2018 — 20:49
  • 1301x views

Pudarnya “Samba Yosim” di Persipura

Pemain asal Brasil Hilton Moreira yang kini merumput bersama Persipura pada kompetisi Liga 1 bersama Bukalapak musim 2018/2019 - Jubi/Roy Ratumakin.
◕‿◕Samba Yosim adalah gaya permainan sepakbola Brasil dan individualisasi yang sudah dimiliki sejak lahir oleh anak-anak Papua, dan yang membuat Persipura semakin disegani dalam setiap kompetisi baik di Indonesia maupun di luar negeri.◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Persipura Jayapura telah menjalani 16 laga kompetisi Liga 1 bersama Bukalapak. Dari 16 laga tersebut Boaz Solossa dan kawan-kawan baru mengumpulkan 23 poin dan menempati posisi tujuh di papan klasemen sementara.

Dari 23 poin ini, Mutiara Hitam julukan Persipura baru meraih enam kemenangan, empat kali mengalami kekalahan dan enam kali meraih hasil imbang. Dari 16 laga, Persipura hanya sekali meraih kemenangan di luar kandang yaitu ketika mengandaskan tuan rumah PSMS Medan, 12 Juli 2018 lalu.

Sedangkan hasil yang menyakitkan didapatkan pada laga kontra Persib Bandung dan Bhayagkara FC dengan skor masing-masing 0-2 dihadapan pendukung setianya yaitu di Stadion Mandala Jayapura.

Dari tangan Peter Butler, Persipura sama sekali belum pernah meraih kemenangan di laga tandang. Akibat prestasi yang dinilai buruk oleh manajemen Persipura, pelatih berkebangsaan Inggris tersebut akhirnya di depak dan menunjuk Tony Ho sebagai asisten pelatih untuk menangani Boaz Solossa dan kawan-kawan dalam lanjutan kompetisi sambil menunggu seluruh administrasi Amilton de Olivera beres.

Ditangan Tony Ho, Persipura kembali kandas di kandang setelah dibungkam Bhayangkara FC, namun pasukan Merah Hitam julukan lain dari Persipura tersebut kembali bangkit pada laga tandang berikutnya dengan mempermalukan tuan rumah PSMS Medan dengan skor telak 3-1. Kekalahan PSMS Medan tersebut menuai tumbal dimana sang arsitek Djajang Nurdjaman didepak oleh manajemen.

Hasil manis di Medan tak memberikan dampak yang signifikan. Kembali ke tanah Papua untuk persiapan laga home dengan menjamu PSIS Semarang malah tim yang memiliki empat bintang tersebut berhasil ditahan imbang tanpa gol dengan tim yang saat ini duduk manis di zona degradasi.

Dengan hasil minor tersebut, apakah ekspetasi manajemen untuk membawa Persipura kembali ke jalur juara dapat terpenuhi? Kala menilik dari materi pemain yang ada, keberadaan Marcel Sacramento dan Hilton Morera yag merupakan pemain asing berkebangsaan Brasil tersebut belum bisa memberikan kontribusi lebih untuk mendongkrak posisi Persipura ke papan atas klasemen.

Awal musim, Persipura terlihat dapat kembali dari keterpurukanya ditinggalkan sejumlah pemainnya. Dengan datangnya Peter Butler harapan itu ada dengan mengorbitkan sejumlah pemain muda. Namun ekspetasi manajemen terlampau tinggi, yang menyebabkan sang pelatih harus rela melepas jabatannya di klub kebanggaan masyarakat Kota Jayapura tersebut.

Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano menerangkan tentang pemecatan Butler. Kata dia, karier Butler di Papua selesai lantaran tuntutan. Menurut dia, Butler memang sudah memberikan yang terbaik berupa meningkatan kualitas para punggawa muda.

Namun, para pendukung Persipura dan masyarakat Papua merasa tidak puas dengan hasil laga selama ini.

"Tim ini dibebankan untuk menang. Karena itu harapan masyarakat. Jadi kami berharap keputusan ini bisa membawa perubahan yang positif," jelas Tomi belum lama ini.

Sebelum manajemen Persipura mengumumkan didepaknya dirinya, Butler terlebih dahulu memberikan pernyataan kepada media melalui rilis dimana tenaganya sudah tidak dipakai lagi oleh Persipura. Tapi, Ia sendiri tidak mengetahui apa alasan yang membuatnya diberhentikan.

"Saya berharap semua yang terbaik buat Persipura. Klub hebat di masa depan dengan orang-orang yang luar biasa. Terima kasih," kata Peter Butler.


Aroma "Samba Yosim" kini hilang

Jacksen F. Tiago merupakan salah satu pelatih yang sukses membawa sebuah tim meraih mahkota juara. Tak tanggung, Persipura pernah dibawanya menjuarai kompetisi kasta tertinggi di tanah air sebanyak tiga kali.

Selain itu, Jacksen juga membawa Persipura berprestasi di kancah sepakbola Asia dengan masuk semifinal AFC. Kala itu, Jacksen Tiago yang berpaspor Brasil itu, mengkombinasikan permainan Brasil yang ditularkan ke Boaz Solossa dan kawan-kawan yang lebih dikenal dengan "Samba Yosim".

Samba Yosim adalah gaya permainan sepakbola Brasil dan individualisasi yang sudah dimiliki sejak lahir oleh anak-anak Papua, dan yang membuat Persipura semakin disegani dalam setiap kompetisi baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Padahal kala itu, hanya ada tiga orang Brasil yang ada di dalam tubuh Persipura Jayapura. Dua di jajaran pelatih dan satu sebagai pemain. Satu pemain tersebut adalah Alberto Goncalves, sedangkan di jajaran pelatih ada Jacksen F. Tiago dan dibantu oleh asisten pelatih fisik, Osvaldo Lessa.

Bermodalkan tiga orang Brasil, Persipura dapat berbicara banyak dalam kancah sepakbola nasional. Kini apalah aroma Samba Brasil tersebut dapat terlihat kembali?

Seharusnya bisa. Saat ini Persipura memiliki lima orang yang berkebangsaan Brasil. Di jajaran pelatih ada tiga orang dan di jajaran pemain ada dua orang. Jajaran pelatih ada Amilton de Olivera yang baru saja ditunjuk oleh manajemen menggantikan Peter Butler, ada Osvaldo Lessa yang sempat didepak manajemen namun kini dipanggil pulang untuk menangani fisik pemain yang dinilai kendor. Dan satu lagi asisten pelatih yaitu Lydio Souza.

Tiga pelatih tersebut sebenarnya tidak asing bagi publik Kota Jayapura karena, Amilton de Olivera dan Osvaldo Lessa sempat menjadi asisten pelatihnya Jacksen Tiago. Namun peran Amilton di skuad Persipura senior tidak terlalu nampak karena manajemen lebih memplot sang pelatih untuk menangani Persipura U-21.

Sedangkan Lydio Souza masuk ke Persipura saat Osvaldo Lessa ditunjuk oleh manajemen sebagai pelatih kepala setelah Jacksen Tiago di depak oleh manajemen Persipura.

Apakah aroma Brasil tersebut dapat membawa hoki tersendiri bagi klub kebanggaan Kota Jayapura itu? Pertandingan menghadapi Perseru Serui pada 22 Juli 2018 mendatang menjadi ujian berikutnya, apakah para Brasil tersebut dapat memberikan sebuah harapan baru untuk klub bertabur empat bintang di jersey kebangaan tanah Papua. (*)

Reporter :Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Sang “Target Man” yang kurang fokus

Selanjutnya

Hajar Keerom 4-0, Intan Jaya merintis jalan menuju 6 besar

Komen Saya

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua