<
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. PT.Nabire Baru dan PT.Sariwana Adhi Perkasa terus buka lahan baru
  • Minggu, 12 Maret 2017 — 18:24
  • 2061x views

PT.Nabire Baru dan PT.Sariwana Adhi Perkasa terus buka lahan baru

Warga Sima ketika menunjukkan areal pembukaan lahan yang dilakukan perusahaan tanpa persetujuan mereka – Jubi/Titus

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nabire, Jubi – Dua perusahaan sawit yakni PT.Nabire Baru dan PT.Sariwana Adhi Perkasa perkebunan kelapa sawit (GoodHope Group) yang beroperasi di Wami, Nabire Papua, terus melakukan pembukaan areal baru tanpa sepengetahuan pemilik tanah adat, Suku Yerisiam.

“Kami tidak tahu sama sekali. Penambahan tersebut di luar areal yang sudah disepakati bersama,” kata Kepala suku Yerisiam Gua Daniel Yarawobi kepada Jubi, Sabtu (11/3/2017).

Lanjut Yarawobi, permasalahan tentang penebangan Dusun Sagu Keramat Yerisiam hingga kini belum diselesaikan, namun perusahaan sawit melakukan penebangan areal baru.

“Kami sudah sampaikan bahwa tidak ada penebangan-penebangan hutan lagi untuk dijadikan kebun sawit. Karena masalah dusun belum selesai, tapi dua perusahan sawit itu terus lakukan pembukaan areal baru,” tuturnya.

Sementara itu, Sekertariat Suku Yerisiam Gua, Roberthino Hanebora menambahkan, pemerintah dan lembaga terkait seperti RSPO perlu mereview ulang keberadaan kedua perusahan tersebut, karena masuknya kedua perusahaan itu tak ada perubahan yang signifikan kepada masyarakat pemilik tanah.

“Mereka hanya akan timbul konflik-konflik yang lama maupun yang baru. Kalau seperti ini apa yang mau diharapkan dari investasi ini?” katanya.

Masyarakat Yerisiam juga sudah menyampaikan ke RSPO (Roundtable on Sustainnable Palm Oil), sebuah wadah yang menentukan masa depan perusahan sawit di Indonesia.

Respon RSPO melakukan investigasi ke Kampung

“Pada 15 Maret 2017 nanti, direncanakan akan ada pertemuan masyarakat Yerisiam dengan perwakilan PT.Nabire Baru (GoodHope Group) untuk menentukan dan memilih pihak mediator untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan ini,” kata Robertino.

Pertemuan ini adalah bagian dari aturan dan syarat RSPO untuk menyelesaikan masalah PT.Nabire Baru dengan memilih pihak mediator untuk menyelesaikan konflik tersebut. (*)

Reporter :Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

PSU Yapen tetap jalan, “Tofan” desak suara Distrik Teluk Ampimoi dikembalikan

Selanjutnya

Guru SM–3T buat acara donasi pendidikan sekolah di daerah terpencil

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua