<
Show/Hide
  1. Home
  2. Lingkungan
  3. BPLH Papua dukung TN Mamberamo Foja
  • Kamis, 15 Juni 2017 — 08:42
  • 3583x views

BPLH Papua dukung TN Mamberamo Foja

Katak unik berhidung pinokio (Litoria sp nov) dari Mamberamo Foja

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi- Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Papua  Noak Kapisa memberikan dukungan terhadap rencana wilayah suaka margasatwa Mamberamo Foja ditingkatkan statusnya menjadi Taman Nasional mamberamo Foja. Dukungan ini penting untuk proses peningkatan status suaka margasatwa menjadi Taman Nasional Mamberamo Foja.

"Perlu juga dukungan dari kabupaten di sekitar kawasan Kabupaten Sarmi dan juga Kabupaten Mamberamo Raya,"katanya di sela-sela Fokus Grup Diskusi (FGD) Koran Jubi di Hotel Citihub, Kotaraja Kota Jayapura, Rabu(14/6/2017).

Dia menambahkan pihaknya akan bekerja sama dengan LSM maupun Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Papua dan Dinas Kehutanan serta WWF Region Sahul Papua dan YALI Papua untuk mengawal dan mendorong agar kawasan marga satwa Mamberamo Foja bisa menjadi Taman Nasional mamberamo Foja.

Hal senada juga dikatakan Mariana Rahawarin dari BKSDA Papua untuk mendukung kawasan marga satwa Mamberamo Foja ditingkatkan statusnya menjadi TN mamberamo Foja.

"Saya kira tak perlu khawatir dengan pemanfaatan dalam kawasan TN Nasional sesuai dengan zonasi-zonasi yang ada sebab di Taman Nasional Lorenzt terdapat 10 kabupaten dan kabupaten Nduga hampir 90 persen berada dalam Taman Nasional Lorenzt," katanya.

Sementara itu Clara Bonay dari Yayasan Lingkungan Hidup Papua (YALI)-Papua menambahkan saat ini pihaknya sedang berproses dengan BKSDA dan Dinas Kehutanan dan BPLH. "Masih tunggu proses. Ada 11 Kabupaten, ada tiga kabupaten yang ada dalam rencana renstra sudah diakomodir perubahan status yaitu Mamberamo Raya, Yalimo dan Sarmi,"katanya. 

Sementara itu Bastian Wamafma Direktur Yayasan Lingkungan Hidup (YALI) Papua mengatakan inisiatif perubahan  status SM Mamberamo Foja menjadi taman nasional  telah diawali pada tahun 2006 melaui diskusi-diskusi.

"Tahun  2014  USAID-IFACS  mengeluarkan kajian Rencana Kerja Bentang Alam Kabupaten Mamberamo  dengan mengeluarkan hasil kajian berupa berupa draft zonasi usulan perubahan dan memperoleh rekomendasi Bupati Kabupaten  Mamberamo Raya untuk  mengusulkan perubahan SM Memberamo Foja menjadi taman nasional,”katanya.

Dikatakan suaka margasatwa Pegunungan Foja memeiliki tingkat keanekaragaman hayati sangat tinggi, 70 persen vegetasinya keadaan baik, iklim biodiversitas terrestrial dan lahan basah di Papua. "Terletak  di  11 kabupaten yaitu Puncak, Puncak Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah,  Yalimo, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Jayapura,  Keerom, Sarmi dan Mamberamo Raya,"katanya.

Sebelumnya Rapid Assessment Program (RAP) Conservation International (CI), berhasil mengidentifikasi sederet temuan spektakuler untuk dunia pengetahuan di kawasan suaka marga satwa Mamberamo Foja. Ahli reptil dan amfibi (herpetolog) Paul Oliver asal Australia, menemukan seekor katak yang hidungnya sangat aneh dan Spesies amfibi itu lalu dijuluki jenis “katak pinokio".

Selain itu peneliti dari CII juga  menemukan salah satu spesies lain yang juga memikat para peneliti adalah Kangguru pohon mantel emas (Dendrolagus pulcherrimus). Meski telah ditemukan tahun 2005, kangguru berwarna keemasan ini sangat langka dan hidup di pohon. (*)
 

Reporter :Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Dominggus Mampioper
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Khawatir lingkungan sekitar, KM Laut Maluku akan diledakan di tengah laut

Selanjutnya

Tanah adat masyarakat Moi bukan untuk perkebunan sawit

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua