<
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. APBD perubahan Jayawijaya Rp 1,5 triliun
  • Jumat, 25 Agustus 2017 — 15:51
  • 732x views

APBD perubahan Jayawijaya Rp 1,5 triliun

Penutupan dan penetapan sidang anggaran perubahan Kabupaten Jayawijaya - Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jayawijaya telah ‘menoki palu’ sidang peripurna dalam agenda raperda perubahan APBD tahun anggaran 2017 dan mensahkan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun.

Pada penutupan paripurna masa sidang II, Jumat (25/8/2017), DPRD telah menyetujui anggaran pendaptan dan belanja daerah perubahan mencapai Rp 1.512.464.262.00.

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo, mengakui sebenarnya dalam APBD perubahan ini hanya ada pergeseran saja tanpa ada penambahan-penambahan, karena dalam perubahan itu ada pengurangan anggaran dari DAU dari jumlah sebelumnya telah berkurang sekitar Rp 6 miliar.

"Kami sudah berusaha agar APBD induk itu bisa seimbang, karena memang di tahun ini kita ada defisit, sehingga lebih baik APBD itu berimbang dari pada kita ada defisit sehingga kita ada beban di tahun anggaran berikutnya," ungkapnya.

Dalam perubahan anggaran, kegiatan yang diubah itu ada pergeseran, namun ada penambahan untuk pengiriman obat untuk Jayawijaya, dimana ada 50 ton di Jayapura yang mungkin sebelumnya ada kekeliruan perencanaan untuk ongkos angkut, sehingga pemda menambah anggaran Rp. 1,2 miliar dalam perubahan dengan harapan obat itu bisa terkirim dan menjadi persiapan atau stok di RSUD Jayawijaya dalam kurun waktu tertentu.

"Jadi, obat ini nantinya diharapkan menjadi stok untuk tahun depan karena layanan ini sangat penting untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sedangkan untuk kegiatan lain tidak ada penambahan yang signifikan," katanya.

Ketua DPRD Jayawijaya, Taufik Petrus Latuihamallo, mengakui dari beberapa item, Jayawijaya mengalami peningkatan. Sisi pendapatan Rp 1,5 triliun dan belanja Rp 1,6 triliun.

"Dari seluruh perhitungan, antara pendapatan dan belanja ternyata defisit Rp 58 miliar. Namun defisit itu bisa ditutupi dengan instrumen pembiayaan dari silpa tahun lalu. Setelah diaudit BPK ada Rp 85 miliar. Itu yang digunakan untuk menutup defisit tahun ini sehingga struktur APBD tetap berimbang," ucap Taufik.

Untuk itu legislatif berharap hal ini menjadi kerja keras dari semua pihak untuk bisa mengoptimalkan pendapatan di perubahan ini. Apa yang diharapkan saat ini tentu sangat membantu dari belanja daerah.

“Pada akhir tahun anggaran 2017 seluruh program dan rencana pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan dari sisi yang lain juga seperti itu yang sudah disepakati bersama,” ungkap Taufik Latuihamallo. (*)
 

Reporter :Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pemerintah Yahukimo salurkan dana desa tahap I

Selanjutnya

DPRD minta akhir tahun seluruh pekerjaan rampung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua